Berita

Menkominfo, Johnny G Plate (kiri) dan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo/Repro

Politik

Dua Menteri Nasdem Dianggap Layak Dicopot, Ahmad Ali Pasrahkan Kepada Jokowi

RABU, 14 APRIL 2021 | 22:51 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Sejumlah nama menteri mulai mencuat untuk diusulkan kepada Presiden Joko Widodo agar dirombak.

Seperti yang disampaikan Ketua Jokowi Mania (Joman), Immanuel Ebenezer yang secara terang-terangan menyebut dua menteri asal Partai Nasdem, Syahrul Yasin Limpo sebagai Mentan dan Menkominfo Johnny Gerrard Plate layak dicopot sebagai pembantu presiden.

Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Ahmad Ali menyampaikan bahwa reshuffle kabinet merupakan hak Presiden Jokowi sebagai Kepala Negara.


"Standing point kita di Nasdem adalah mengangkat menteri itu adalah kewenangan presiden. Itu adalah hak prerogatif presiden,” ucap Ahmad Ali kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (14/4).

Ketua Fraksi Nasdem DPR RI ini mengklaim, selama ini kinerja kedua menteri dari Nasdem tersebut bekerja dengan baik dan memenuhi ekspektasi publik. Namun soal usulan relawan Jokowi tersebut, ia menyerahkan sepenuhnya kepada Kepala Negara.

"Sebagai partai pengusung pemerintah meyakini juga bahwa kader-kader Partai Nasdem yang selama ini ditugaskan di kementerian menjadi pembantu presiden sudah bekerja secara baik memenuhi ekspektasi publik,” katanya.

"Namun sekali lagi, hak untuk menilai kinerja para menteri itu ada di presiden,” imbuhnya.

Disinggung mengenai hasil survei yang menyebut dua menteri dari Nasdem masuk daftar yang paling banyak untuk di-reshuffle, Nasdem menjawabnya dengan diplomatis.

“Survei itu kan tergantung siapa yang buat surveinya kan? Kalau survei dibuat untuk kepentingan si A, B, C, ya presiden akan membaca itu secara objektif. Jadi saya pikir, apa pun keputusan presiden memasang dan mengganti seseorang itu berdasarkan kinerja yang dirasakan beliau,” tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya