Berita

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan/Net

Politik

Zulhas: 23 Tahun Reformasi, Impor Beras Adalah Gunung Es Yang Harus Segera Dicarikan Solusi

RABU, 14 APRIL 2021 | 15:48 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Peringatan 23 tahun reformasi yang akan jatuh pada Mei nanti, harus menjadi momentum untuk mencari jalan penyelesaian dari sengkarut isu impor beras.

Begitu dikatakan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan dalam pidato kebangsaannya yang disiarkan secara virtual, bertemakan "Candu Impor dan Bahayanya Untuk Demokrasi", Rabu (14/4).

"Persoalan impor beras ini sejatinya merupakan fenomena gunung es yang harus kita cari solusi mendasarnya dengan segera. Persoalan impor tidak sederhana yang dibayangkan hanya sekedar memenuhi angka pasokan atau stok pangan belaka,” kata Zulhas.


Ketua MPR RI ini menambahkan, masalah impor beras ini merupakan cerminan dari ketidaksiapan Indonesia dalam menjaga stablitas pangan dari produksi dalam negeri.

“Dan carut-marut aspek mendasar kebijakan dan ketahanan pangan nasional kita,” imbuhnya.

Lanjutnya, 23 tahun Indonesia berada di alam reformasi dirasa belum meningkatkan kebijakan pangan yang baik untuk para petani nasional.

"Padahal reformasi sudah berlangsung hampir 23 tahun, saya melihat hal ini sangat mendasar yakni kelemahan dalam kebijakan pangan untuk petani. Kebijakan pangan ke depan harga padi memetakan dengan baik sistem pangan kita dan permasalahannya,” katanya.

Menurutnya, pemerintah memerlukan adanya perencanaan yang sistematis dan terukur, untuk meningkatkan produksi pangan dalam negeri.

Selain itu, Zulhas meminta agar para petani harus didukung dengan teknologi terbaik, harga pupuk yang dikendalikan, dan kebijakan lain yang lebih berpihak kepada para petani.

"Di samping itu sistem kebijakan pangan juga harus bekerja di mana perusahaan-perusahaan BUMN ikut serta, Bulog berperan sebagai penyangga, pemerintah sendiri memiliki porositas membeli padi dari petani lokal," terangnya.

"Jika ini dikerjakan dengan benar sesuai dengan UU, sesungguhnya swasembada beras, pengembangan produk pertanian lainnya bukanlah mimpi belaka untuk kita capai,” tandasnya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

4 Lapis Kegagalan PSSI dan Otoritas Liga

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:18

Air Zamzam Jemaah Haji akan Didistribusikan di Tanah Air

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:00

Gibran Prioritaskan Program MBG di Wilayah 3T

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:21

Ceko Kontra Afsel Berbagi Skor 1-1

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:19

Wamendes Dorong Intelektual Muda Mendukung Pembangunan Desa

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:00

MBG Bermanfaat untuk Masa Depan Anak-anak

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:26

Bomba Sayang Bumi Bagikan Bibit Tanaman di Muara Enim

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:11

Rupiah Tak Bisa Kuat hanya dengan Kebijakan Moneter

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:00

Warga Papua Surati Presiden Prabowo Minta Atensi Kasus Lahan Rp50 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:51

Kinerja Mendag Budi Santoso Harus Dievaluasi Demi Akselerasi Ekonomi

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:37

Selengkapnya