Berita

Utusan khusus PBB untuk Yaman, Martin Griffiths/Net

Dunia

Utusan PBB Untuk Yaman: Hentikan Pertikaian, Biarkan Penduduk Beribadah Ramadhan Dengan Aman

RABU, 14 APRIL 2021 | 14:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Utusan khusus PBB untuk Yaman, Martin Griffiths secara khusus mendesak pihak-pihak yang bertikai di negara itu agar berusaha memastikan perdamaian abadi dan berkelanjutan selama bulan suci Ramadhan.

Hal itu disampaikan Griffihs dalam pesan Ramadannya pada Selasa (13/4) waltu setempat.

“Saya menyerukan kepada semua pihak untuk membungkam senjata dan mengizinkan orang Yaman untuk merayakan bulan (Ramadhan) dengan aman dan bermartabat,” ujarnya, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Rabu (14/4).


Selain itu, Griffiths juga menyampaikan doa dan harapan agar orang Yaman mendapatkan Ramadan yang diberkati dan damai.

“Saya berharap bulan suci yang menjadi refleksi dan welas asih ini akan memberikan kesempatan bagi kita semua untuk berkumpul bersama, memikirkan mereka yang menderita, dan mengatasi perbedaan kita,” ujarnya.

Yaman telah dilanda kekerasan dan kekacauan sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara, termasuk ibu kota, Sana'a. Krisis meningkat pada tahun 2015 ketika koalisi pimpinan Saudi meluncurkan kampanye udara yang bertujuan untuk menggulung kembali keuntungan teritorial Houthi.

Menurut perkiraan PBB, konflik di Yaman telah merenggut nyawa sedikitnya 233.000 orang, dengan jutaan lainnya menghadapi kelaparan dan membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya