Berita

Petugas saat membawa vaksin/Net

Politik

Asal Punya Efikasi Di Atas 50 Persen, Vaksin Covid-19 Layak Dipakai

RABU, 14 APRIL 2021 | 12:25 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Efikasi vaksin buatan China, seperti Sinovac, masih di atas ambang batas yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia, WHO. Sehingga, vaksin tersebut masih layak digunakan.

Begitu yang dikatakan Ketua Tim Advokasi Pelaksanaan Vaksinasi sekaligus Juru Bicara dari PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Iris Rengganis saat membahas vaksinasi dengan menggunakan vaksin luar negeri, Rabu (14/4).

"Pokoknya WHO mengumumkan efikasi 50 persen minimal. Jadi apapun yang di atas 50 persen itu layak. Yang penting dia aman," kata Iris.


Menurutnya, uji coba maupun uji klinis vaksin Sinovac sudah dilakukan. Sehingga saat ini tidak diperlukan lagi sebuah merek vaksin untuk melakukan vaksinasi.

"Di Brasil sendiri kan 50,4 atau 50,3 persen kalau enggak salah Sinovac, tetap dipakai. Karena kita butuh di masa pandemi, jadi kita tidak terlalu lihat merk lagi saat ini," ujarnya.

Dia menambahkan masyarakat tidak perlu khawatir vaksinnya, sehingga tidak ada yang perlu diperebutkan lantaran akan dilihat efektivitas vaksin.

"Nanti masalah efektivitas kan sambil berjalan. Kalau perlu nanti diulang, jadi enggak perlu diributkan. Yang penting dari WHO bisa lolos efikasinya. Segala penelitian kita lihat efektivitas vaksin,” imbuhnya,

Dia menuturkan, efikasi vaksin tidak memiliki dampak ke kesehatan dan vaksin Covid-19 tidak bisa dibandingkan.

"Yang penting enggak berdampak buruk pada kesehatan. Tidak meracuni kita lah, tetap aman. Efikasi tiap negara kan berbeda. Kita lihat saja sambil waktu berjalan nanti efektivitas vaksin yang akan kita lihat nantinya," tuturnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, rencana mendatangkan vaksin Moderna dan Pfizer dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan di tanah air.

"Karena kan enggak mencukupi," tuturnya.

Dia mengungkapkan sekitar 70 persen masyarakat Indonesia ditargetkan menerima vaksinasi Covid-19.

"Jadi, membutuhkan vaksin lebih banyak, kita menginginkan dari negara lain, untuk memenuhi kebutuhan, agar herd immunity tercapai," pungkas Iris.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya