Berita

Mendikbud Nadiem Makarim/Net

Politik

Andi Yusran: Nadiem Layak Diistirahatkan Karena Selama Ini Kinerjanya Terbatas

RABU, 14 APRIL 2021 | 04:47 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Presiden Joko Widodo diminta ekstra hati-hati dalam menentukan sosok tepat untuk memimpin Kemendikbud-Ristek Dikti.
Pengamat politik Universitas Nasional Andi Yusran mengatakan, sangat tidak tepat mempertahankan Nadiem Makarim sebagai Mendikbud.

Alasannya, Andi menilai mantan CEO Gojek itu sangat terbatas kinerjanya.

"Nadiem memang sudah layak diistirahatkan di pos kementerian karena kinerja yang terbatas," demikian kata Andi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (14/4).

"Nadiem memang sudah layak diistirahatkan di pos kementerian karena kinerja yang terbatas," demikian kata Andi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (14/4).

Lebih lanjut Andi menjelaskan sosok yang layak menggantikan Nadiem adalah orang yang memiliki kapasitas intelektual di bidang pendidikan dan riset dan teknologi.

Selain itu, sosok pengganti Nadiem harus memahami kebijakan pendidikan.

"Presiden hendaknya ekstra hatihati dalam memilih pembantunya, utamanya di bidang pendidikan karena itu berkaitan dengan masa depan sumber daya manusia Indonesia," demikian kata Andi.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Pelajar Islam Indonesia Kutuk Trump dan Netanyahu

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:08

Prabowo Tunjukkan Soliditas Elite Lewat Pertemuan dengan Mantan Presiden

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:08

Bupati Pekalongan Dikabarkan Telah Jadi Tersangka Dugaan Benturan Kepentingan PBJ

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:45

Masihkah Indonesia Konsisten dengan Politik Luar Negeri Bebas Aktif?

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:43

KPK Buka Peluang Periksa BPN Depok soal Suap Lahan PT KD

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:38

Irak Ikut Pangkas Produksi, Harga Minyak Makin Naik

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:21

Pertemuan Elite jadi Cara Prabowo Redam Polarisasi Politik

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:15

Bursa Asia Anjlok, Kospi Jatuh Paling Dalam

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:51

Harga Emas Dunia Terkoreksi Gara-gara Dolar AS

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:41

Menaker Tetapkan Tenggat BHR Ojol 2026: Paling Lambat H-7 Lebaran

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:26

Selengkapnya