Berita

Anggota Komisi II DPR RI, Muhammadi Nasir Djamil/Net

Politik

Lebih Pilih Bambang Brodjo Ketimbang Nadiem Makarim, Nasir Djamil: Jauh Lah, Enggak Bisa Dibandingkan

SELASA, 13 APRIL 2021 | 10:36 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemerintah dinilai akan melakukan reshuffle kabinet jilid II dalam waktu dekat, menyusul peleburan dua Kementerian serta perampingan kementerian/lembaga sebagaimana yang tertuang dalam nomenklatur presiden.

Dalam prediksi anggota Komisi II DPR RI, Muhammadi Nasir Djamil, Nadiem Makarim akan didepak dari jabatannya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, untuk kemudian masuk ke dalam Kementerian Investasi.

"Bisa jadi si Makarim didepak, atau dia masuk Kementerian Investasi, cuma enggak tahu nasib si Bahlil Lahadalia bagaimana, apakah dia masuk ke Kementerian Investasi atau bagaimana enggak tahu kan kita,” kata Nasir kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (13/4).


Disinggung mengenai persaingan Nadiem dan Bambang Brodjonegoro untuk menjadi orang nomor satu di Kemendikbud pascapenggabungan, Nasir lebih memilih Bambang.

Dia bahkan meminta presiden untuk mempertahankan anak dari mantan Menteri ESDM dan Mendikbud RI, Soemantri Brodjonegoro itu.

"Wah jauh lah, mana bisa dibandingkan itu, jauh kali antara bapak sama anak. Bambang itu punya sejarah, ayahnya punya sejarah, ya walaupun Makarim barangkali ada sejarahnya. Tapi kan kapasitasnya, integritasnya, kompetensinya, itu kan Pak Bambang lah,” ujarnya.

“Pak Bambang lah yang diharapkan untuk dipertahankan. Karena kan masuk jaringan juga sebenarnya, pengembangan teknologi itu kan butuh jaringan dan nama. Seperti Habibie membangun PT Dirgantara Indonesia kan pakai jaringan di Jerman,” imbuhnya.

Jika ke depan, pemerintah lebih mempertahankan Nadiem, Nasir mengilustrasikan seperti kopiah yang sempit dipakai oleh kepala besar.

"Ya tadi itu, kepalanya yang dipotong, bukan kopiahnya digedein,” tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya