Berita

Presiden RI Joko Widodo/Net

Politik

Reshuffle Jilid II Bukti Jokowi Ingin Tinggalkan Legacy Yang Baik Untuk Indonesia

SENIN, 12 APRIL 2021 | 10:53 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Presiden Joko Widodo dikabarkan bakal melakukan reshuffle jilid II dalam waktu dekat. Sinyal adanya perombakan kabinet itu muncul lantaran adanya dua kementerian yang dilebur menjadi satu yakni Kementerian Riset dan Teknologi yang akan digabung dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Menurut pengamat politik Hendri Satrio, Jokowi melakukan reshuffle kembali lantaran Kepala Negara tengah mempersiapkan warisan yang baik di akhir masa jabatannya sebagai Presiden.

"Kalau Presiden Jokowi ingin melakukan reshuffle artinya memang Presiden Jokowi benar-benar mempersiapkan legacy-nya dia nanti pada saat selesai, banyak hal baik yang ada di Indonesia yang akan ditinggalkan dia nanti," kata Hensat sapaan akrabnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (12/4).


Disinggung mengenai sejumlah nama yang dilontarkan Ketua Joko Mania Immanuel Abenezer, Hensat mengatakan lima kementerian itu tengah menjadi sorotan publik akhir-akhir ini.

"Nah, kalau kemudian menteri-menteri yang disebutkan Joman itu akan direshuffle atau tidak, yang jelas itu terserah Pak Jokowi. Tapi memang lima kementerian inilah yang banyak menjadi sorotan terakhir di publik," imbuhnya.

Pendiri lembaga survei KedaiKOPI ini menambahkan bahwa Presiden Jokowi memiliki rencana yang besar untuk Indonesia sehingga dilakukan reshuffle kembali.

"Tapi menurut saya, balik lagi ke Pak Jokwoi, ada rencana besar yang baik yang bisa dilakukan oleh Pak Jokwi sehingga nanti dia bisa meninggalkan legacy dan warisan hal-hal baik untuk Indonesia. Jadi sisa waktu yang dimanfaatkan untuk reshuffle ini tepat juga," ucap Hensat.

Ketua Umum Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer sebelumnya mengatakan, reshuffle kabinet merupakan kebutuhan Presiden dan pemerintah.

Dia mengaku belum tahu pasti siapa yang bakal dikocok ulang. Tapi menurut pandangan relawan, ada lima menteri atau setingkat menteri yang mesti dicopot.

Yaitu, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, dan Mendikbud Nadiem Makarim.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya