Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Komisi Anti-Korupsi China Siap Tindak Konten Mukbang Karena Dianggap Pemborosan Makanan

MINGGU, 11 APRIL 2021 | 08:05 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pengawas korupsi China, Komisi Pusat  untuk Inspeksi Disiplin (CCDI), mulai menyoroti acara "mukbang" secara online dengan menyebutnya sebagai pemborosan makanan.

Menurut laporan Reuters, video mukbang yang berasal dari Korea Selatan dan Jepang semakin populer di China.

Namun video-video tersebut memancing kritik tajam, khususnya setelah Presiden Xi Jinping meluncurkan kampanye menghentikan pemborosan makanan pada tahun lalu.


Untuk itu, CCDI mendesak platform yang menyiarkan acara tersebut untuk mengambil tindakan dengan memperkuat pengawasan, menghentikan dan menghapus siaran yang tidak pantas, hingga memblokir akun pelanggar.

Selain itu, CCDI mengatakan, hukuman bagi orang-orang yang mengunggah konten semacam itu juga harus diperkuat. Lantaran video semakin banyak meski telah dilarang.

"Perilaku seperti 'video mukbang' tidak hanya merusak kesehatan fisik pembawa acara dan menyebabkan pemborosan makanan, tetapi juga mempromosikan mentalitas yang buruk dan sangat membahayakan kesehatan ekologi industri," ujar komisi itu.

Badan pengawas mengatakan, beberapa orang yang mengupload video mukbang mendapatkan penghasilan sebanyak 3.000 yuan sebagai jaminan dari para penggemar.

Ini bukan kali pertama pemerintah China menindak konten yang dianggapnya tidak pantas.

Pada 2018, situs berbagi video Kuaishou menangguhkan akun salah satu pengguna yang dikenal sebagai Hebei Pangzai. Ia secara teratur membagikan video dirinya sedang minum bir dalam jumlah banyak kepada 400 ribu pengikutnya.

Setelah ditangguhkan, ia sekarang membagikan video di Twitter.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya