Berita

Ketua DPD RI, LaNyalla Mahmud Mattalitti disambut Wakil Gubernur Bengkulu, Rosjonsyah saat tiba di Bandara Fatmawati Soekarno, Kota Bengkulu/Ist

Politik

Terancam Defisit, LaNyalla: Harus Ada Skema Baru Datangkan Vaksin

JUMAT, 09 APRIL 2021 | 19:32 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Indonesia terancam kehilangan 10 juta dosis vaksin AstraZeneca pasca embargo. Sebab dari target 30 juta dosis untuk periode Maret-April, Indonesia baru mendapatkan 20 juta dosis.

Defisit vaksin ini pun mendpaat perhatian dari Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

"Ini bukan hal yang mudah untuk diselesaikan. Pemerintah harus memberikan perhatian serius," jelas LaNyalla di Bengkulu, Jumat (9/4).


Pada dasarnya, LaNyalla mengaku defisit vaksin sudah terprediksi sebelumnya. Namun sayang, hal ini tidak segera diantisipasi Kementerian Kesehatan.

"Semestinya Kemenkes sudah memiliki roadmap yang jelas sehingga skema pemberian vaksin sesuai dengan jadwal. Atau, Kemenkes membuat skema opsi lain jika vaksin tidak dapat didatangkan," katanya.

Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu meminta pemerintah memberikan skema lain yang lebih konkret jika ketidakpastian kedatangan vaksin sangat tinggi.

"Selain itu pemerintah perlu keterbukaan kepada publik agar dipahami keadaan yang sebenarnya, sehingga memunculkan kesadaran untuk mengubah perilaku masyarakat," kata LaNyalla.

Ditambahkannya, Indonesia harus terus melobi negara-negara produsen
vaksin untuk mencukupi kebutuhan vaksinasi.

"Kita jangan menyerah, terus upayakan dengan mengoptimalkan sumber daya yang kita miliki agar menjadi opsi lain dalam penyediaan vaksin, jika pun tidak berhasil kita telah belajar mengenai science vaksin yang sangat mahal," tutupny.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya