Berita

Pengamat ekonomi dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendi/Net

Politik

Menko Perekonomian Top, Alumni Kartu Prakerja Bisa Ikut Program KUR Super Mikro

JUMAT, 09 APRIL 2021 | 15:10 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Inisiasi penyaluran KUR untuk bisa dimanfaatkan "alumni" program Kartu Prakerja, seperti yang disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dinilai positif oleh pengamat ekonomi dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendi.

Yusuf berpendapat program tersebut akan dapat menggerakkan perekonomian.

"Tentu, karena UMKM menyumbang 60 persen dari kue ekonomi Indonesia," ujar Yusuf Rendi ketika dihubungi, Jumat (9/4).


Menurutnya, program KUR yang dikeluarkan pemerintah dalam hal ini Kemenko Perekonimian merupakan hal positif untuk para pelaku usaha dan bisa mendapatkan pelatihan.

"Saya kira inisiasi KUR yang bisa dimanfaatkan oleh alumni program Kartu Prakerja merupakan sesuatu yang baik. Artinya, skil yang mereka dapatkan dalam pelatihan bisa langsung diaplikasikan," katanya.

Namun, Yusuf juga mengingatkan, untuk menjaga agar para wirausahaan baru itu bisa memperluas akses pembiayaannya, maka penting dilakukan proses pendampingan oleh pemerintah. Terutama agar bisnis yang mereka jalankan bisa sustain.

"Pendampingan bisa berupa konsistensi dalam pelaporan laporan keuangan, pemasaran, hingga konsultasi," imbuhnya.

Dalam acara Sosialisasi Penguatan Wirausaha Alumni Program Kartu Prakerja melalui Pembiayaan KUR, yang dilakukan secara virtual, Kamis (8/4), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, para lulusan dari Kartu Prakerja bisa ditawarkan untuk KUR super mikro yang besarnya di bawah Rp 10 juta.

Selain KUR super mikro, ada program KUR dengan pembiayaan yang lebih besar yaitu KUR mikro, KUR kecil, hingga KUR TKI. Diharapkan, para alumni peserta Kartu Prakerja bisa mengembangkan usahanya sebaik mungkin usai mengakses KUR super mikro lalu bisa mengakses KUR yang lain.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya