Berita

Menteri Sosial RI Tri Rismaharani/Net

Politik

Pengamat CISA: Risma Harusnya Introspeksi, Bukan Marah-marah

JUMAT, 09 APRIL 2021 | 09:59 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kunjungan Menteri Sosial Tri Rismaharani ke NTT saat banjir melanda daerah tersebut diwarnai dengan aksi Mensos yang memarahi Tagana dan Relawan Sosial. Pasalnya, Tagana dan Relawan Sosial dinilai kurang proaktif dalam mempercepat pemulihan kondisi para penyintas.

Pengamat politik dari Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa mengatakan, mantan Walikota Surabaya itu seharusnya tidak perlu memarahi tim relawan yang membantu penanganan banjir bandang di NTT, tapi harus introspeksi diri.

"Bu Risma ini kan Mensos, dan Tagana adalah salah satu unsur dalam Kementerian Sosial. Harusnya dia intropeksi diri dulu. Apakah ketidakproaktifan ini dari sisi SDM-nya atau manajemennya," ujar Herry kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (9/4).


Lebih lanjut Herry menyampaikan agar Risma tidak hanya berfokus pada hal-hal yang sifatnya pencitraan. Menteri asal PDIP itu sebaiknya tidak perlu melakukan pencitraan, tapi lebih pada melakukan pembenahan di internal Kemensos.

"Saya lihat gayanya Risma ini cenderung mengadopsi gayanya saat jadi Walikota. Baiknya setelah menjadi Mensos pembenahan itu bukan fokus pada pencitraan. Risma harus lakukan upaya-upaya yang sistematis dan berkelanjutan terutama menyelesaikan persoalan bencana dengan cepat dan efektif," tuturnya.

Selain itu, Herry juga menyesalkan sikap Risma yang tidak melihat kondisi ini sebagai evaluasi pada kementerian yang sedang dipimpin.

"Risma sibuk marah, marahin bawahannya sendiri, lah dia kan pimpinan. Harusnya mengevaluasi kementeriannya apakah sudah mampu mengelola SDM yang berkecimpung di penanganan bencana mulai dari pelatihan, pendidikan hingga honorarium. Faktor ini juga akan mempengaruhi kinerja di lapangan," sesalnya.

Herry pun menerangkan agar Risma jika benar-benar memiliki dedikasi dan komitmen membenahi masalah sosial maka dimulai dari Kementerian Sosial dan jajaran di bawahnya seperti Dinas Sosial.

"Mau membenahi ya harus dari kementeriannya dan dari dinsosnya. Jika Risma pada praktiknya setiap saat turun seperti itu. Ada berapa wilayah yang harus dia benahi bila menggunakan pendekatannya seperti gayanya di Surabaya. Yang ada Risma tidak mampu mengelola kementerian ini dengan optimal," tandasnya.

Terakhir, Herry justru menyarankan agar Risma ini mendorong kebijakan masalah sosial harus ditangani oleh profesional.

"Hampir di seluruh Indonesia, pola penanganan masalah sosial dilakukan kurang efektif. Faktornya ya SDM-nya bukan orang yang tepat. Tidak profesional karena latar belakangnya bukan dari pekerja sosial," pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya