Berita

Ketua Dewas Tumpak Hatorangan Panggabean/RMOL

Politik

Dewas Pecat Pegawai Pencuri Barbuk, Pengamat: Selama Ini Kita Tidak Tahu Bagaimana KPK Adili Diri Sendiri

JUMAT, 09 APRIL 2021 | 07:28 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kehadiran Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai terasa setelah memecat secara tidak hormat pegawai KPK yang kedapatan mencuri barang bukti.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy, Satyo Purwanto menanggapi adanya pegawai KPK yang dipecat karena mencuri barang bukti berupa emas batangan seberat 1,9 kilogram yang merupakan barang rampasan negara.

Menurut Satyo, sejumlah kewenangan untuk Dewas sudah diatur dalam Pasal 37B UU 19/2019 tentang KPK.


Selain mengawasi kinerja pimpinan KPK serta izin tertentu terkait penyelidikan, penyidikan hingga penggeledahan maupun izin lainnya, Dewas juga diberi kewenangan untuk evaluasi terhadap seluruh pegawai KPK.

Sehingga, perilaku dan tindakan seluruh pegawai termasuk pimpinan bisa diberikan sanksi jika kedapatan melanggar kode etik.

"Selama ini memang masyarakat tidak tahu bagaimana KPK mengadili dirinya sendiri, bukan tidak mungkin hal-hal seperti itu pernah terjadi," ujar Satyo kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (9/4).

Namun kata Satyo, setelah adanya Dewas, terkait tindakan indispliner proses reward and punishment bisa terbuka. Dan masyarakat dapat menilai kinerja seluruh pegawai KPK termasuk pimpinannya.

"Sebab mereka bukan malaikat yang tidak akan tergoda dengan peluang atau kesempatan, sebagai pihak yang memiliki akses ke barang bukti korupsi kesempatan itu akan selalu ada," pungkas Satyo.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya