Berita

Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha/Net

Dunia

Perdana Menteri Thailand Pastikan Tidak Ada Lockdown Selama Festival Songkran Tahun Ini

KAMIS, 08 APRIL 2021 | 14:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha menegaskan bahwa Thailand tidak akan melakukan penguncian Covid-19 selama festival Songkran tahun ini, apa pun yang terjadi.

Keputusan Prayut diambil di tengah kekhawatiran akan meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di Thailand selama liburan Festival Songkran yang akan berlangsung pada 13 hingga 15 April mendatang.

"Apa pun yang akan terjadi, ini akan kita lakukan. Alasannya, ini masalah yang melibatkan banyak orang. Pemerintah akan dan harus berusaha mengatasinya nanti," katanya, seperti dikutip dari Bangkok Post, Kamis (8/4).


Dia memastikan bahwa setiap provinsi sekarang memiliki fasilitas skrining Covid-19 dan tindakan karantina mandiri. .

"Bisa saja kita memerintahkan penguncian baru dan membuat semua orang tinggal di rumah (selama festival). Tapi pertanyaannya adalah, adakah yang akan senang dengan itu?" kata perdana menteri.

Dia juga menanggapi kekhawatiran yang diajukan oleh para ahli medis atas kemungkinan perjalanan dan perayaan Songkran yang memperburuk penyebaran Covid-19.

"Pemerintah mencoba yang terbaik untuk mencapai keseimbangan antara kebutuhan untuk merangsang ekonomi melalui promosi pariwisata dan menahan penyebaran wabah," katanya.

Sebelumnya, Kepala Pusat Keunggulan dalam Virologi Klinis Universitas Chulalongkorn, Yong Poovorawan memperingatkan agar masyarakat tidak melakukan perjalanan yang tidak perlu selama periode Songkran mendatang, karena menurutnya itu hanya akan membuat jumlah infeksi baru meroket.

"Mengunjungi kerabat yang lebih tua selama festival ini bagus, tapi tidak baik jika kunjungan seperti itu berarti juga menyebarkan virus kepada mereka," ujarnya.

Sejauh ini, Thailand telah menyuntikkan 323.989 dosis vaksin Covid-19 kepada 274.354 orang di seluruh negeri, dengan beberapa telah diberikan dua kali suntikan.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya