Berita

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti/Ist

Politik

Sudah Ada Simluhtan, Penyuluh Pertanian Dituntut Mampu Gunakan Teknologi Digital

KAMIS, 08 APRIL 2021 | 13:10 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Penyuluh pertanian diminta untuk terus meningkatkan kapasitas diri beradaptasi dengan teknologi digital. Sebabnya, saat ini dinas-dinas pertanian telah memiliki Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) yang terkoneksi secara digital ke Kementerian Pertanian.

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengatakan, penyuluh pertanian dituntut untuk menguasai dan mampu menggunakan teknologi digital untuk mempermudah dalam peningkatan produksi dan efisiensi kegiatan pertanian, khususnya komoditas pangan.

"Saat ini dinas-dinas pertanian telah menggunakan Simluhtan yang terkoneksi secara digital yang harus dikuasai oleh penyuluh. Jadi, penguasaan teknologi digital memang satu keharusan yang tak bisa dielakkan," kata LaNyalla, Kamis (8/4).


Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu melanjutkan, penyuluh merupakan ujung tombak pejuang kemajuan pangan.

"Jadi selayaknya akrab dengan teknologi digital agar memudahkan kinerja. Saya mendorong agar para penyuluh terus meningkatkan kemampuan dan kapasitas diri sebab kualitas SDM akan berbanding lurus dengan produktivitas," tegas LaNyalla.

Apalagi, ketua senator asal Jatim itu mengingatkan bahwa pertanian kita sudah mulai bertransformasi dari pola tradisional ke sistem modern.

"Sistem pertanian modern itu ditandai dengan penggunaan teknologi. Apalagi di era industri 4.0 ini hampir seluruh sektor terkoneksi dengan digitalisasi. Maka suatu keharusan bagi penyuluh untuk menguasai teknologi," ujar LaNyalla.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sebelumnya meminta para penyuluh pertanian yang telah berstatus pegawai pemerintah dengan PPPK untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Sebab, penggunaan teknologi digital saat ini menjadi faktor penting dalam meningkatkan produksi dan efisiensi dalam kegiatan pertanian khususnya komoditas pangan.

Syahrul mengatakan saat ini mengelola pertanian bisa dilakukan melalui ponsel. Teknologi artificial intelligent (AI) serta fasilitas pencitraan satelit yang sudah disediakan pemerintah harus dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh penyuluh pertanian.

Adapun pemerintah pusat, akan mengontrol kegiatan pertanian melalui Agriculture War Room (AWR) sehingga setiap permasalahan teknis di berbagai daerah bisa ditangani dengan cepat.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Bedakan Es Gabus dengan Spons Saja Tidak Bisa, Apalagi Ijazah Asli

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:09

Mendesak Pemberlakuan Cukai MBDK

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:03

Paling Ideal Kedudukan Polri di Bawah Presiden

Jumat, 30 Januari 2026 | 01:21

MBG Lebih Mendesak, Lapangan Kerja Nanti Dulu Ya!

Jumat, 30 Januari 2026 | 01:16

Eggi Sudjana Cs Telah Jadi Pelayan Kepentingan Politik Jokowi

Jumat, 30 Januari 2026 | 01:11

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

PKR Tatap Pemilu 2029 Mengandalkan Kader Daerah

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:09

Kubu Jokowi akan Terus Lancarkan Strategi Adu Domba terkait Isu Ijazah Palsu

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:04

Ahmad Luthfi Menghilang saat Bencana Menerjang Jateng

Kamis, 29 Januari 2026 | 23:38

Roy Suryo akan Laporkan Balik Eggi Sudjana Cs

Kamis, 29 Januari 2026 | 23:15

Selengkapnya