Berita

Ilustrasi vaksinasi/Net

Dunia

Australia Selidiki Temuan Adanya Hubungan Pembekuan Darah Dan Vaksin AstraZeneca

KAMIS, 08 APRIL 2021 | 09:27 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Australia belum memiliki rencana untuk mengubah program vaksinasi Covid-19 dengan vaksin AstraZeneca.

Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan pihaknya terus memantau temuan dari Badan Obat-obatan Eropa (EMA) terkait adanya hubungan antara kasus pembekuan darah dengan vaksin AstraZeneca.

Otoritas juga telah memerintahkan penyelidikan medesak atas temuan itu. Di mana Morrison berharap akan ada informasi lebih lanjut pada Kamis malam (8/4).


"Pada titik ini, tidak ada saran yang menunjukkan akan ada perubahan pada peluncuran vaksin," kata Morrison pada Kamis, seperti dikutip Reuters.

Temuan EMA sendiri membuat otoritas Inggris merekomendasikan agar warga berusia di bawah 30 tahun mendapatkan vaksin alternatif.

Di Italia, vaksin AstraZeneca hanya boleh digunakan pada mereka yang berusia di atas 60 tahun.

"Kedua rekomendasi itu akan dibahas hari ini dan dilihat dalam konteks Australia," kata Kepala Petugas Medis Australia, Paul Kelly.

Meski begitu, Kelly menyebut, kasus pembekuan darah setelah vaksinasi AstraZeneca merupakan hal yang sangat jarang. Sedangkan, vaksin telah dinyatakan aman dan efektif untuk banyak orang.

Australia memulai vaksinasi lebih lambat daripada beberapa negara lain karena jumlah kasus Covid-19 yang rendah.

Otoritas Australia telah berjanji untuk memberikan setidaknya 4 juta dosis vaksin pertama pada akhir Maret, namun hanya dapat terealisasi sebesar 670 ribu.

Lambatnya vaksinasi di Australia disebabkan oleh masalah pasokan dari Eropa.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya