Berita

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak/Net

Dunia

Terlilit Skandal Korupsi Hingga Gagal Bayar Pajak, Najib Razak Terancam Bangkrut

RABU, 07 APRIL 2021 | 18:09 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak harus menelan pil pahit. Setelah dijerat skandal korupsi, Najib juga dilaporkan terancam bangkrut.

Setelah kehilangan kekuasaan pada 2018, Najib terjerat dalam skandal mega korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB) senilai miliaran ringgit.

Sejak saat  itu, ia dijatuhi hukuman 12 tahun penjara dengan terus melakukan upaya banding. Ia pun masih tetap bebas dengan jaminan dan masih menjadi anggota parlemen.


Dimuat Channel News Asia, tahun lalu, pengadilan menyebut Najib juga gagal membayar pajak senilai 1,69 miliar ringgit pada 2011 hingga 2017. Sehingga ia harus melunasinya.

Namun hingga saat ini Najib belum membayarkan pajak tersebut.

Bahkan pada Selasa malam (6/4), Najib mengatakan pejabat pajak telah mengeluarkan pemberitahuan baginya untuk menyelesaikan pembayaran dengan biaya tambahan.

Jika tidak, maka mereka akan menyatakan Najib telah bangkrut. Dan jika dinyatakan bangkrut, maka Najib akan kehilangan kursi di parlemen dan dilarang mencalonkan diri kembali.

Najib sendiri menegaskan ia selalu membayar pajak. Ia menuding kasus yang menjeratnya hanya bermotif politik.

"Saya akan terus berdiri dan melawan setiap upaya untuk menggertak dan mengintimidasi saya oleh mereka yang berkuasa," tulis pria 67 tahun itu di Facebook.

Terlepas dari keterlibatannya dalam skandal 1MDB, Najib diketahui masih menjadi sosok yang populer, dengan lebih dari empat juta pengikut di Facebook.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya