Berita

Jumpa pers Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kiri), bersama Wakil Presiden Maruf Amin (tengah) usai meninjau vaksinasi pengurus MUI Pusat, di Jakarta Pusat, Rabu, 7 April/Repro

Kesehatan

Usai Jadi Polemik, Vaksin AstraZeneca Akhirnya Digunakan Pertamakali Di MUI

RABU, 07 APRIL 2021 | 13:49 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Vaksin AstraZeneca yang belum lama ini sempat menjadi polemik, akhirnya digunakan untuk pertama kalinya di Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Penggunaan vaksin AstraZeneca untuk para ulama di MUI yang dilaksanakan hari ini sudah masuk dalam tahap penyuntikan kedua, dan ditinjau langsung oleh Wakil Presiden Maruf Amin bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Dalam kesempaatan tersebut, Budi Gunadi Sadikin meyakini penggunaan vaksin AstraZeneca untuk para ulama di MUI akan menambah kepercayaan masyarakat atas unsur kebolehan yang sudah ditetapkan MUI.


Meskipun di sisi yang lain, MUI dalam fatwanya menyatakan vaksin AstraZeneca ini haram, karena menggunakan bahan baku tripsin yang berasal dari pankreas hewan babi.

"Saya percaya, mudah-mudahan sesudah adanya penyuntikan AstraZeneca di MUI ini, penyuntikan AstraZeneca di seluruh Indonesia, di seluruh pelosok nusantara dan di seluruh orang-orang beragama Muslim Indonsia bisa berjalan lancar," ujar Budi di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Rabu (7/4).

Lebih lanjut, Budi Gunadi Sadikin juga mengutarakan, kehadiran Wakil Presiden dalam proses penyuntikan vaksin AstraZeneca untuk pengurus MUI pusat ini merupakan upaya pemerintah memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang kebolehan penggunaan vaksin asal Inggris ini.

"Bapak Wapres sebagai senior dari umat Muslim di seluruh Indonesia sudah memberikan contoh vaksin AstraZeneca ini aman, boleh dan wajib hukumnya untuk disuntikkan ke seluruh umat Muslim di Indonesia, untuk mencapai kekebalan komunal dalam rangka mengendalikan pandemi Covid-19 ini," tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya