Berita

Ilustrasi bender Taiwan/Net

Dunia

Siap Berperang Lawan China, Taiwan Gencar Perkuat Militer

RABU, 07 APRIL 2021 | 13:39 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Taiwan telah bertekad untuk mempertahankan diri hingga titik darah penghabisan jika China memutuskan menyerang.

Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu mengatakan, berdasarkan pengamatan dari Amerika Serikat (AS), terdapat peningkatan ancaman dari China terhadap Pulau Formosa.

"Dari pemahaman saya yang terbatas, para pembuat keputusan Amerika yang mengamati perkembangan di wilayah ini dengan jelas melihat bahaya kemungkinan China melancarkan serangan terhadap Taiwan," kata Wu pada Rabu (7/4).


Meski begitu, Wu menegaskan Taiwan akan berjuang sampai akhir jika China menyerang.

"Kami bersedia membela diri tanpa pertanyaan dan kami akan berperang jika kami perlu berperang. Dan jika kita perlu mempertahankan diri kita sendiri sampai hari terakhir, kita akan membela diri kita sendiri sampai hari terakhir," tegas dia.

Wu mengungkap, Taiwan juga bertekad untuk meningkatkan kemampuan militernya, termasuk menambah anggaran pertahanannya.

“Pertahanan Taiwan adalah tanggung jawab kami. Kami akan mencoba segala cara yang kami bisa untuk meningkatkan kemampuan pertahanan kami," ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah, Kementerian Pertahanan Taiwan menyebut akan melakukan latihan perang berbasis komputer selama delapan hari.

Fase pertama merupakan latihan perang tahunan terbesar Taiwan yang disebut Han Kuang. Sementara fase kedua merupakan latihan tembak langsung pada Juli.

Fase kedua akan melibatkan mobilisasi sekitar 8.000 pasukan cadangan untuk bergabung dengan latihan tembak langsung, latihan anti-pendaratan, sementara rumah sakit mengadakan latihan untuk menangani masuknya banyak korban.

Taiwan merupakan wilayah yang diklaim oleh China. Dalam beberapa waktu terakhir, China terus menjngkatkan aktivitas militernya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya