Berita

Mensos Tri Rismaharini/Net

Politik

Gaya Marah-marah Mensos Risma Tidak Bagus Diumbar Ke Publik, Apalagi Ke Relawan Bencana

RABU, 07 APRIL 2021 | 09:42 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini harus menyudahi gaya politik marah-marah yang diumbar ke publik. Apalagi, Risma marah-marah itu ditujukan kepada para relawan bencana yang berjuang di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Gaya marah-marah tak bagus jika terus diumbar ke publik. Apalagi marah-marahnya ke para relawan," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Rabu (7/4).

Menurut dosen Universitas Al-Azhar Indonesia ini, Risma lebih baik memberikan teladan ketimbang marah-marah kepada relawan yang sejak awal bekerja keras secara sukarela membantu masyarakat NTT yang tertimpa bencana.


"Yang bagus itu bukan marah-marah, tapi memberikan contoh yang baik dengan memberi keteladanan. Relawan juga sudah berjuang dengan keras membantu masyarakat yang terkena bencana," kata Ujang Komarudin.

Atas dasar itu, Ujang Komarudin menilai bahwa gaya marah-marah mantan Walikota Surabaya itu sudah usang dan tidak menarik lagi jika untuk mendulang simpati publik.

"Gaya marah-marah harus distop, harus disudahi. Tak elok dilihat oleh masyarakat," tandasnya.

Mensos Risma dikabarkan kembali marah-marah saat meninjau lokasi bencana banjir bandang di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Selasa (6/4).

Saat menuju ke posko bencana alam tersebut, Risma meninjau dapur umum yang disiapkan oleh pemerintah kabupaten setempat. Dia kemudian menegur petugas Tagana karena tidak bekerja.

"Kamu ini enggak ada kerja, hanya berdiri-berdiri saja," kata Risma kepada seorang anggota Tagana. 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya