Berita

Ilustrasi

Nusantara

Pemprov Jateng Dorong Program Serap Gabah Untuk Kendalikan Gejolak Harga Pangan

RABU, 07 APRIL 2021 | 03:41 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Tim Pengendali Inflasi terus mendorong pelaksanaan Program Serap Gabah sebagai upaya memitigasi risiko gejolak harga akibat tingginya pasokan beras saat panen raya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Pribadi Santoso mengatakan, stabilitas harga pangan, khususnya beras akan selalu dijaga.

"Koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat juga senantiasa dijalin dalam rangka optimalisasi perumusan kebijakan impor beras, bawang putih, dan kedelai," katanya dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Selasa (6/4).


Selain itu, TPID juga akan terus melakukan empat kunci pengendalian inflasi yaitu menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, memastikan kelancaran distribusi, serta memperkuat komunikasi yang efektif untuk menjaga ekspektasi inflasi masyarakat, khususnya pada periode hari raya keagamaan.

Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga inflasi Jawa Tengah pada tahun 2021 tetap berada pada kisaran sasaran inflasi sekitar 3 persen.

Sementara itu, BPS mencatat inflasi Provinsi Jawa Tengah sebesar 0,08 persen (mtm) pada Maret 2021, lebih rendah dibandingkan inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 0,17 persen (mtm).

Realisasi tersebut juga terhitung lebih rendah dibandingkan rerata lima tahun terakhir yang tercatat sebesar 0,13 persen (mtm).

Penurunan laju inflasi Jawa Tengah masih sejalan dengan inflasi nasional yang mencatatkan inflasi sebesar 0,08 persen (mtm).

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya