Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Survei SMRC: Masyarakat Makin Takut Berbicara Soal Politik

SELASA, 06 APRIL 2021 | 22:19 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kecenderungan masyarakat Indonesia belakangan ini makin takut untuk berbicara terkait politik.

Temuan tersebut dipaparkan lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) saat menyuguhkan pertanyaan 'Masyarakat Takut Bicara Masalah Politik?' dan 'Masyarakat Takut terhadap Penangkapan Semena-mena Aparat hukum?' kepada 1.064 responden yang diwawancarai secara tatap muka.

Berdasarkan survei yang digelar 28 Februari sampai 8 Maret 2021, sebanyak 32,1 persen masyarakat menyebut sering takut bicara masalah politik. Kemudian 7,1 persen responden selalu takut bila berbicara politik.


Kemudian 33,3 persen menyebut jarang takut, dan 20,2 persen responden tidak pernah takut. Untuk 7,2 persen sisanya memilih untuk tidak menjawab.

Peneliti SMRC, Saidiman Ahmad mengatakan, ada tren peningkatan ketakutan masyarakat untuk berbicara mengeni politik sejak tahun 2004.

"Adanya ketakutan masyarakat bicara masalah politik mengalami peningkatan dibanding sebelumnya," ujar Saidiman Ahmad, Selasa (6/4).

Untuk pertanyaan 'Masyarakat Takut Penangkapan Semenamena Aparat Hukum?' pun menunjukkan hal yang sama. Setidaknya, sebanyak 26,5 persen responden sering takut, 5,4 persen selalu takut, 30,4 persen jarang takut, dan 29,4 persen mengakut tak pernah takut.

Untuk yang memilih tidak menjawab dalam survei segmen ini sebanyak 8,4 persen.

Survei ini dilakukan SMRC pada 28 Februari sampai 8 Maret 2021 terhadap 1.064 responden. Adapun margin of error survei ini berkisar 3,07 persen dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya