Berita

Sistem pertahanan udara buatan Rusia, S-400/Net

Dunia

Imbas S-400, AS Bombardir Industri Pertahanan Turki Dengan Sanksi

SELASA, 06 APRIL 2021 | 08:28 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) melayangkan sanksi kepada Turki atas pembelian sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia. 

Departemen Luar Negeri AS pada Senin (5/4) mengumumkan sanksi untuk Presidensi Industri Pertahanan Turki (SSB) dan empat pejabat tinggi di dalamnya, termasuk sang ketua, Ismail Demir.

Mereka disanksi di bawah UU Melawan Musuh Amerika Melalui Sanksi (CAATSA), seperti dikutip Sputnik V.


"Sekretaris Negara (Antony Blinken) telah memilih sanksi tertentu untuk dijatuhkan kepada SSB dan Ismail Demir, presiden SSB; wakil presiden SSB, Faruk Yigit; kepala Departemen Pertahanan dan Luar Angkasa SSB, Serhat Gencoglu; dan Manajer Program untuk Direktorat Sistem Pertahanan Udara Regional SSB, Mustafa Alper Deniz sesuai dengan CAATSA," ujar departemen.

Sanksi diberlakukan karena SSB secara sadar telah terlibat dalam transaksi penting dengan sektor pertahanan atau intelijen Rusia.

SSB merupakan lembaga yang didirikan oleh pemerintah Turki untuk mengelola industri pertahanan negara dan pasokan teknologi militer.

Pembelian S-400 oleh Turki telah menuai kritik dari AS. Meskipun Washington memberikan ancaman bagi Turki, namun Ankara enggan menghentikan negosiasi dan justru berupaya untuk mendapatkan senjata pertahanan udara lainnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya