Berita

Proses Ijab Qobul pengantin baru di Polres Purbalingga/RMOLJateng

Presisi

Nikah Di Polres, Malam Pertama Pengantin Baru Ini Terhalang Jeruji Besi

SENIN, 05 APRIL 2021 | 18:59 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pasangan pengantin baru RES (19), warga Desa Karangduren Kecamatan Bobotsari dan S (17), warga Desa Buara Kecamatan Karanganyar, Purbalingga harus rela melewati malam pertama karena terpisah jeruji besi.

Keduanya tak bisa mereguk kebahagiaan dan hanya bisa gigit jari usai mengucapkan ijab qobul. RES harus kembali ke tahanan Polres Purbalingga, dan S kembali ke rumah orang tuanya setelah melangsungkan pernikahan di Polres Purbalingga, Senin (5/4).

Pengantin pria RES masih berstatus tahanan akibat kasus penyalahgunaan narkoba yang menjeratnya.    


Akad nikah berlangsung di Mushala Kompleks Mapolres Purbalingga. Kedua mempelai melangsungkan pernikahan di hadapan penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah, disaksikan sejumlah saksi dari keluarga masing-masing.    

Selain itu, pelaksanaan akad nikah tetap mendapatkan pengawasan dan pengawalan ketat pihak kepolisian. Petugas polisi berseragam tampak berjaga dan mengawal kegiatan hingga selesai acara berlangsung dengan aman dan lancar.    

Kapolres Purbalingga, AKBP Fannky Ani Sugiharto melalui Kasat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polres Purbalingga Ipda Sapto Wijiono mengatakan, pernikahan yang dilaksanakan RES dengan kekasih pilihannya itu merupakan salah satu bentuk pelayanan dari Sat Tahti Polres Purbalingga terhadap tahanan.

Tersangka RES memang sudah dijadwalkan melangsungkan pernikahan pada hari ini. Namun karena ia tersangkut kasus penyalahgunaan narkoba dan ditahan, akad nikah dilangsungkan di Polres Purbalingga.

"Setelah selesai akad nikah, RES dimasukan kembali ke ruang tahanan Mapolres Purbalingga untuk menjalani proses lebih lanjut," tutur Ipda Sapto Wijiono diberitakan Kantor Berita RMOLJateng.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya