Berita

Vaksin Covid-19 Johnson&Johnson/Net

Dunia

AS Minta Pertanggungjawaban Johnson&Johnson Atas 15 Juta Dosis Vaksin Yang Terbuang Akibat Salah Camput Bahan

MINGGU, 04 APRIL 2021 | 13:48 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah menetapkan Johnson&Johnson (J&J) sebagai pihak yang bertanggung jawab atas insiden yang membuat 15 juta dosis vaksin Covid-19 terbuang sia-sia.

Fasilitas pembuatan vaksin yang dijalankan oleh Emergent  BioSolutions di Baltimore pada awal bulan ini mengungkap sebanyak 15 juta dosis vaksin J&J terbuang karena pekerja tidak sengaja mencampurkannya dengan bahan-bahan vaksin AstraZeneca.

Insiden tersebut membuat distribusi vaksin di AS terhambat. Lantaran vaksin J&J yang diproduksi di Baltimore merupakan bagian dari 24 juta dosis yang akan didistribusikan ke seluruh AS pada bulan depan. Selain menghambat distribusi vaksin J&J itu sendiri, insiden itu juga menghentikan produksi AstraZeneca.


Berdasarkan hasil penyelidikan Administrasi Obat dan Makanan (FDA), J&J dianggap bertanggung jawab.

J&J menyatakan akan memikul tanggung jawab penuh dan akan memberikan 100 juta dosis kepada pemerintah AS pada akhir Mei, seperti dikutip dari Reuters.  

Seorang pejabat pada Sabtu (3/4) mengatakan, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan telah memfasilitasi penanganan solusi tersebut.

Sementara AstraZeneca mengatakan akan bekerja sama dengan pemerintahan Presiden Joe Biden untuk menemukan situs alternatif untuk memproduksi vaksinnya.

Hingga saat ini pihak Gedung Putih belum memberikan komentar.

Vaksin J&J dan AstraZeneca dikembangkan dengan teknologi yang sama, yaitu menggunakan versi virus yang tidak berbahaya atau vektor yang ditularkan ke dalam sel untuk membuat protein dan merangsang sistem kekebalan.

Tetapi vektor J&J dan AstraZeneca secara biologis berbeda sehingga tidak dapat ditukar atau dicampurkan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya