Berita

Pembantaian Fantana Alba 1941/Net

Histoire

Pembantaian Fantana Alba 1941: Membayar Mimpi Pulang Ke Tanah Air Dengan Nyawa

KAMIS, 01 APRIL 2021 | 06:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Hampir 3.000 warga sipil tewas saat akan menyeberangi perbatasan Uni Soviet menuju Rumania. Mereka yang luput dari tembakan mesin tentara penjaga perbatasan diseret dan disiksa. Sebagian diculik dan sebagian lagi dilemparkan ke dalam kuburan massal. Peristiwa berdarah pada 1 April 1941 itu dikenang sebagai Pembantaian Fântâna Albă.

Beberapa sumber mengaitkan Pembantaian Fantana Alba dengan 'The Romanian Katyn',  yaitu serangkaian eksekusi massal 22.000 perwira militer Polandia dan intelektual yang dilakukan oleh Uni Soviet, khususnya NKVD (Komisariat Rakyat untuk Negeri).

Ribuan orang Rumania  yang tinggal di Bukovina Utara itu berusaha meninggalkan wilayah musuh yang diduduki Tentara Merah. Mereka ingin kembali tanah air. Namun impian itu harus dibayar dengan nyawa. Sesaat hampir mencapai Fantana Alba, mereka disambut tembakan mesin.


Pasca Pakta Molotov-Ribbentrop tahun 1940, Rumania dipaksa mundur, menyerahkan Bukovina dan Bessarabia utara ke Uni Soviet. Membuat para penduduknya terusir.

Romania Journal menulis, jutaan orang Rumania terpecah di Lembah Siret Bukovina Utara. Mereka bagai bermalam di negeri asing. Penduduk Bukovina menemukan diri mereka terpisah dari keluarga karena ancaman deportasi. Kebanyakan orang Rumania di bawah pendudukan Rusia hanya memiliki satu mimpi: kembali ke keluarga mereka dan kembali ke rumah.

Hingga akhirnya mereka memulai perjalanan pada tanggal 1 April 1941, bersamaan dengan Hari Paskah. Dari Bukovina ke Rumania. Sayangnya, mereka tidak pernah tiba di tanah airnya.

Ratusan orang tak berdosa terbunuh dalam  pembantaian Fantana Alba, pembantaian yang bahkan selama bertahun-tahun diabaikan oleh para sejarawan dengan jumlah korban yang tidak secara pasti disebutkan.

Gheorghe Sidoreac berusia 89 tahun. Dia adalah salah satu dari sedikit orang yang selamat, pada musim semi tahun 1941, dia ada di sana. Mengatakan bahwa para korban sebelumnya telah berseru, "Kami akan pergi, Tuan. Anda berjanji akan membiarkan kami pergi ke Rumania, kami tidak menginginkan yang lain. Kami hanya ingin untuk pergi tinggal di negara tempat kita dilahirkan. Saya orang Rumania, kami orang Rumania, kami lahir di bawah bendera tiga warna. Kami ingin pergi ke Rumania, tinggal di sana, mati di sana, kami tidak ingin mati di negara lain, di Uni Soviet.”

Pada pagi hari tanggal 1 April 1941, orang-orang pergi ke kebaktian. Setelah itu mereka berduyun-duyun berangkat menuju perbatasan. Mereka membawa bendera putih dan simbol agama, berjalan bersama menuju perbatasan Soviet-Rumania. Mreka tidak pernah menyadari ajal telah menjemput di sana.

Konon, pembantaian itu diatur oleh Rusia. Para agitator Soviet menggosipkan sebelum Paskah bahwa perbatasan dengan Rumania akan dibuka dan penduduk Bukovina bisa bergerak bebas ke tanah air mereka.

Sekitar 3.000 orang Rumania dari beberapa desa di Lembah Siret pergi pada Paskah dengan berjalan kaki, menuju perbatasan. Berpakaian putih, berjejer dengan para pendeta di depan, membawa ikon dan bendera yang mereka tinggalkan ke Rumania, tetapi berhenti dua kilometer dari perbatasan, di kota Fântâna Albă, di mana Rusia sedang menunggu dengan senapan mesin NKVD.

Chamber of Deputies atau Kamar Deputi Rumania mengadopsi undang-undang yang menetapkan 1 April sebagai Hari Nasional peringatan korban pembantaian Rumania di Fântâna Albă.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya