Berita

Mantan Presiden AS, Donald Trump/Net

Dunia

Biden Selidiki Upaya Campur Tangan Politis Trump Atas Kebijakan Berbasis Ilmiah

SELASA, 30 MARET 2021 | 17:31 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan menyelidiki dugaan campur tangan politik terhadap keputusan ilmiah di tengah pandemi Covid-19 selama era Donald Trump.

Kantor Kebijakan Sains dan Teknologi pada Senin (29/3) mengatakan pihaknya akan membentuk gugus tugas untuk menyelidiki gangguan terhadap keputusan ilmiah dan meninjau keefektifan kebijakan yang seharusnya melindungi sains.

"Memulihkan dan menjaga integritas ilmiah akan membutuhkan partisipasi dan kontribusi para ilmuwan dari seluruh pemerintahan, yang akan membawa perspektif yang beragam dalam upaya tersebut," ujar kantor tersebut seperti dimuat The New York Times.


Semasa pemerintahannya, Trump meminta teknokrat di departemen harus mematuhi pejabat politik, meski ketika menangani masalah teknis.

Menurut para penasihat di Gedung Putih, Dr. Anthony Fauci dan Dr. Deborah Birx, mereka sulit bekerja di bawah pemerintahan Trump.

Trump sendiri telah membanggakan diri karena dengan dukungannya, AS bisa mengerjakan pengembangan vaksin Covid-19 dalam kurun waktu sembilan bulan.

Selain terkait dengan Covid-19, Trump juga dianggap mengabaikan beberapa temuan dan studi dari pejabat ilmiah karier terkait perubahan iklim.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya