Berita

Kepala KSP Moeldoko/Net

Politik

Willem Wandik: Moeldoko Ibarat Abdi Dalem Yang Kebelet Jadi Raja

SELASA, 30 MARET 2021 | 13:56 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kebohongan demi kebohongan yang disampaikan Kepala KSP Moeldoko dalam upayanya mencaplok Partai Demokrat, membuat politisi asal Papua Willem Wandik mengibaratkan jenderal TNI purnawirawan itu seperti abdi dalem yang kebelet ingin jadi raja.

Demikian disampaikan Willem menanggapi pernyataan Moeldoko soal tarikan ideologis di Partai Demokrat yang digunakan untuk membenarkan upaya kudeta kepemimpinan di partai tersebut.

"Saya ini asli Papua, Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). Sejak dulu, saya merasa nyaman dalam rumah besar Partai Demokrat. Asasnya nasionalis-religius, mewadahi semua kepentingan yang ada di Indonesia," kata Willem, yang juga Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Selasa (30/3).


Sebelumnya, nama GMKI sempat dicatut oleh penyelenggara KLB ilegal untuk pemesanan tempat disebuah hotel di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara.

"Bagaimana mungkin Partai Demokrat bisa disebut mengalami tarikan ideologis, padahal partai ini pernah dipimpin oleh tiga sekjen yang beragama Nasrani?" tanya Willem retoris.

"Fakta lain adalah Gubernur Aceh maupun Gubernur Papua yang dipilih langsung oleh rakyat masing-masing, adalah kader Partai Demokrat. Pasti bukan tanpa alasan jika rakyat kedua provinsi yang latar belakangnya berbeda ini, sama-sama merasa nyaman dipimpin oleh kader Demokrat," sambung dia.

Jadi, menurut Willem, tudingan Moeldoko tentang tarikan ideologis sungguh mengada-ada.

"Jika dulu ada lagu yang populer berjudul 'jangan ada dusta di antara kita', yang kini dilakukan oleh Moeldoko adalah dusta di atas dusta," kata anggota Fraksi Demokrat DPR itu.

Williem melanjutkan, dia jadi ingat kisah pewayangan Jawa tentang Petruk Dadi Ratu. Kisah ini sesungguhnya bercerita tentang orang yang tidak punya kapasitas dan integritas tapi kebelet menjadi raja. Bagi Petruk, menjadi raja atau pemimpin itu adalah semata-mata tahta dan harta, bukannya amanah dan tanggung jawab.

"Siapa sangka pada abad 21 ini, kita melihat drama Petruk atau abdi dalem yang kebelet jadi pemimpin. Dia menggunakan segala cara untuk mencapai hasratnya, tidak peduli apakah dia harus terus berdusta, melanggar etika maupun hukum yang berlaku. Kini kita sedang menyaksikan abdi dalem bernama Moeldoko sedang berakrobat dan menebar dusta dalam memenuhi hasratnya menjadi pemimpin, termasuk dengan cara merampas milik orang lain," ucapnya.

Populer

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

UPDATE

SWSI Soroti Kasus Febrie dan Ucapan Hotman, Tekankan Integritas Hukum serta Kebebasan Pers

Senin, 20 Juli 2026 | 08:13

Erdogan Ucapkan Selamat kepada Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026

Senin, 20 Juli 2026 | 07:57

Pos Indonesia Gagal Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,12 Miliar

Senin, 20 Juli 2026 | 07:45

Basis Pajak Lemah, Pemerintah Disarankan Turunkan Target dan Incar Sektor SPPG

Senin, 20 Juli 2026 | 07:26

Raja Felipe dan Keluarga Kerajaan Rayakan Kemenangan Timnas Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 | 07:03

Kawal Distribusi BBM

Senin, 20 Juli 2026 | 06:49

Menyambut Keruntuhan UUD 2002

Senin, 20 Juli 2026 | 06:20

Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM Kembali Normal di Sumut

Senin, 20 Juli 2026 | 05:59

Gerakan Minum Susu jadi Perjuangan Bersama Sukseskan MBG

Senin, 20 Juli 2026 | 05:43

Membaca Kembali Doktrin AH Nasution

Senin, 20 Juli 2026 | 05:29

Selengkapnya