Berita

Ilustrasi/Net

Kesehatan

Indonesia Punya Modal Mencapai Kemandirian Obat Dan Teknologi Medis

SENIN, 29 MARET 2021 | 23:21 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Indonesia memiliki modal yang besar untuk memiliki kemandirian dalam pengembangan dan penyediaan obat-obatan, serta teknologi medis.

Guru Besar Mikrobiologi dan Bioteknologi Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, Prof Dr Amarila Malik mengatakan, Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang dapat menyediakan komponen produk farmasi, mulai dari bahan aktif obat, eksipien, bahan tambahan, reagen, enzim, sistem ekspresi, hingga system assays.

Jika keanekaragaman hayati itu dapat dilengkapi dengan inovasi tepat guna, kemitraan dengan industri, serta dukungan pemerintah, bukan tidak mungkin Indonesia dapat mandiri.


"Melalui kemandirian bahan baku, kemandirian riset dan pengembangan, serta kemandirian produksi, kita dapat membangun kemandirian obat asli Indonesia,” ujar Amarila dalam webinar "Ketahanan dan Kemandirian Kesehatan Indonesia" yang berlangsung pada Kamis (25/3).

Webinar itu digelar oleh Majelis Wali Amanat UI (MWA UI) bersama Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Amarila menjelaskan, diperlukan pembangunan infrastruktur bioteknologi terintegrasi yang mewadahi seluruh ekosistem industri farmasi secara menyeluruh atau high throughput system, sehingga memacu hadirnya lebih banyak perusahaan farmasi, yang didukung dengan riset yang mumpuni.

“Ketersediaan stimulus ekonomi dari pemerintah dapat mendorong langkah pengembangan secara berkelanjutan sehingga hasil riset dapat berlanjut dari skala laboratorium, ke skala bench, lalu skala pilot sebelum ke skala industri. Para pihak perlu menyepakati, siapa yang berperan, dan bagaimana pembagian tanggung jawabnya,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UI, Dr Ir Hendri D.S. Budiono mengaku optimis dan menilai kemampuan sumber daya manusia Indonesia berinovasi dalam bidang teknologi kesehatan tidak kalah dengan negara maju.

Ia juga menyarankan langkah inovasi alat-alat kesehatan dilakukan melalui model triple helix, di mana akademisi bergerak bersama sektor swasta, dengan dukungan pemerintah.

“Akselerasi dapat dilakukan melibatkan media massa dalam mendiseminasikan dan mempromosikan inovasi tersebut, sehingga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap produk yang tengah dikembangkan menguat. Dampak pendekatan penta helix ini, kecintaan terhadap produk dalam negeri turut meningka," tambah dia.

Dari segi tenaga kesehatan, Dekan Fakultas Kedokteran UI, Prof Dr dr Ari Fahrial Syam menuturkan, penyelenggara pendidikan kedokteran di Indonesia perlul melakukan adaptasi.

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Tips Aman Belanja Online Ramadan 2026 Bebas Penipuan

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:40

Pasukan Elit Kuba Mulai Tinggalkan Venezuela di Tengah Desakan AS

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:29

Safari Ramadan Nasdem Perkuat Silaturahmi dan Bangun Optimisme Bangsa

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:23

Tips Mudik Mobil Jarak Jauh: Strategi Perjalanan Aman dan Nyaman

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:16

Legislator Dorong Pembatasan Mudik Pakai Motor demi Tekan Kecelakaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:33

Pernyataan Jokowi soal Revisi UU KPK Dinilai Problematis

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:26

Tata Kelola Konpres Harus Profesional agar Tak Timbulkan Tafsir Liar

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:11

Bukan Gibran, Parpol Berlomba Bidik Kursi Cawapres Prabowo di 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:32

Koperasi Induk Tembakau Madura Didorong Perkuat Posisi Tawar Petani

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:21

Pemerintah Diminta Kaji Ulang Kesepakatan RI-AS soal Pelonggaran Sertifikasi Halal

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:04

Selengkapnya