Berita

Mantan Komisioner Ombudsman RI, Alvin Lie/Net

Politik

Alvin Lie: Kenapa Pemerintah Tergesa Terapkan GeNose Sebagai Syarat Perjalanan?

SENIN, 29 MARET 2021 | 23:01 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengeluarkan aturan baru tentang syarat perjalanan darat, udara, dan laut yang mulai dilonggarkan dengan cukup hanya menggunakan hasil negatif tes GeNose.

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) yang ditandatangani Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo.

Kebijakan pemerintah itu, cukup membingungkan. Setidaknya kebingungan itu diungkapkan mantan Komisioner Ombudsman RI, Alvin Lie.


"Semakin saya pikirkan semakin saya heran. Mengapa pemerintah sedemikian tergesa terapkan GeNose untuk syarat transportasi tanggal 1 April?" ujar Alvin kepada wartawan, Senin (29/3).
 
Bulan April, kata Alvin, terutama pada paruh kedua, akan terjadi lonjakan pergerakan penumpang karena bertepatan dengan tradisi mudik.

Dia memperkirakan perjalanan orang akan meningkat karena tahun lalu sudah tidak mudik akibat larangan yang juga menjadi kebijakan pemerintah.

"Larangan pemerintah hanya bagi ASN, pegawai BUMN serta TNI dan Polri. Sedangkan masyarakat umum tidak terkena larangan tersebut, katanya.

Selain itu, kata Alvin, pemerintah juga harus memstikan sudah ada langkah pencegahan karena pada pekan-pekan awal penerapan pelayanan baru selalu akan terjadi masalah yang tidak terdeteksi sebelumnya.

Lanjutnya, kesalahan itu bisa pada aspek SDM, alat kerja, alur pelayanan maupun pada sisi pengguna pelayanan yang kurang memahami.

"Selain itu, saya juga meragukan apakah jumlah alat GeNose sudah mencukupi untuk melayani traffic puncak?" tandasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya