Berita

Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, pasca ledakan bom bunuh diri/Net

Politik

Pasca Teror Katedral Makassar, LPOK-LPOI Imbau Pengamanan Tempat Ibadah Diperketat Jelang Jumat Agung

SENIN, 29 MARET 2021 | 16:26 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Aparat keamanan terkait perlu meningkatkan langkah mitigasi dan pencegahan aksi-aksi terorisme di tempat ibadah.

Begitu salah satu poin pernyataan sikap Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) dan Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan(LPOK) menyikapi teror bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (28/3).

"Polri, BNPT, dan lembaga terkait lainnya sudah tentu segera bertindak sesuai aturan," ujar Ketua Umum LPOK-LPOI, Said Aqil Siroj dalam keterangannya, Senin (29/3).


Imbauan tersebut mengingat umat Kristiani akan merayakan ibadah Jumat Agung pada 2 April mendatang.

Said Aqil juga mengimbau kepada masyarakat dan tokoh agama untuk tidak terprovokasi dengan aksi terorisme.

"Menyeru kepada pemimpin, tokoh dan umat beragama agar tetap rukun dan damai karena tindakan pemboman merupakan tindakan yang tidak dibenarkan oleh agama manapun juga," sambungnya.

Ketua Umum PBNU itu juga mengajak umat beragama di Jakarta dan daerah lainnya untuk berdoa agar teror tidak meluas.

"Mengajak seluruh warga, khususnya di DKI Jakarta agar senantiasa berdoa agar peristiwa bom bunuh diri di Makassar tidak meluas ke Jakarta dan wilayah Indonesia lainnya," terangnya.

Said juga mendesak penegak hukum melakukan pengusutan tuntas dan mengadili siapapun yang terlibat aksi terorisme.

"Meminta kepada aparat terkait segera mengungkap dan mengadili siapapun yang terlibat dalam peristiwa tersebut," pungkasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya