Berita

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Ketimbang Ikut Moeldoko, Pro Jokowi Disarankan Bantu Ganjar

SENIN, 29 MARET 2021 | 13:05 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Drama ‘kudeta’ Partai Demokrat (PD) oleh kubu KLB (Kongres Luar Biasa) tak pelak juga dikait-kaitkan dengan sikap para pendukung Jokowi. Maklum, Moeldoko yang diangkat Ketua Umum oleh kubu KLB adalah Kepala Staf Presiden (KSP) Jokowi.

Lebih dari itu, Moeldoko juga sering dikait-kaitkan dengan peran sebagai ‘kakak pembina’, yaitu orang di belakang layar yang mengarahkan kelompok-kelompok pendukung Jokowi termasuk influencer dan buzzer di media sosial.

Beberapa kelompok relawan Jokowi memang mengeluarkan pernyataan dukungan kepada Moeldoko. Misalnya saja, ReJo (Relawan Jokowi) yang diketuai politisi Demokrat kubu KLB, Darmizal. Atau, ProJo (Pro Jokowi), kumpulan lain yang dikomandoi Wakil Menteri Desa PDTT Budi Arie Setiadi.


Tetapi, sebagian kelompok relawan juga tidak sreg dengan manuver politik kolektor jam tangan mahal itu. Sebut saja, Poros Benhil yang diketuai Aznil Tan. Selain mengeluarkan kecaman, kelompok itu juga menyerukan agar Moeldoko mundur dari KSP. Relawan Jokowi Mania yang dipimpin Imanuel Ebenezer bahkan menganggap langkah Moeldoko berdampak buruk pada demokrasi di Indonesia sehingga Presiden diminta sigap memecatnya.

Menanggapi keterbelahan elit relawan pendukung Jokowi dalam menanggapi manuver Moeldoko itu, mantan pendukung Jokowi yang kini gencar mempromosikan pencalonan Ganjar Pranowo (GP) untuk Pilpres 2024, Aan Rusdianto, meminta teman-temannya berpikir jernih dan bersikap rasional. Sebab, apapun langkah politik yang dilakukan para relawan Jokowi pada saat ini akan berdampak pada konstelasi politik menjelang Pemilu 2024.

Aan yang saat ini mengetuai GP-2024 mengakui bahwa Moeldoko merupakan salah satu figur yang digadang-gadang oleh sebagian pihak di kubu status quo untuk ikut ambil bagian dalam Pilpres 2024. Tetapi, ia menilai, modal politik yang dimiliki mantan Panglima TNI di era SBY itu jauh dari memadai.

“Pak Moeldoko itu baru mencoba-coba mengambil PD dan belum tentu berhasil. Jika dia sukses ambil PD yang notabene hanya partai menengah juga gak cukup buat Pilpres. Apalagi, elektabilitas beliau sangat minim,” ujar mantan aktivis PRD yang pernah menjadi korban penculikan aparat militer itu.

Aan menyarankan teman-temannya untuk berhati-hati dalam merespon manuver politik yang kontroversial sehingga tidak membuang energi politik secara sia-sia. Senada dengan kegelisahan Imanuel Ebenezer, Aan juga kuatir apabila langkah Moeldoko selalu dikaitkan dengan Presiden Jokowi. Sebab citra Jokowi sebagai pengayom semua kelompok dapat tergerus sehingga bisa merugikan posisi calon yang akan beliau endorse dalam Pilpres 2024 nanti.

Dalam pandangan Aan, akan lebih baik jika kelompok-kelompok relawan Jokowi bersatu mendukung GP yang sudah jelas berasal dari PDIP sebagai partai pemenang Pemilu. Oleh beberapa survei, Gubernur Jawa Tengah itu juga dinyatakan sebagai bakal calon Presiden 2024 dengan elektabilitas tertinggi. Dari sekian figur yang muncul dalam berbagai polling, GP juga dianggap yang paling tidak kontroversial sehingga mudah diterima oleh berbagai kelompok.

“Kalo mau obyektif, atas dasar analisis manapun, kawan-kawan pendukung Jokowi selayaknya bersatu di bawah Ganjar. Ayo bergotong royong membantu GP menyebarkan hal-hal positif kepada masyarakat, supaya PDIP yakin bahwa arus bawah ini kian deras,” pungkas Aan.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya