Berita

Detik-detik ledakan Bom Makassar yang terekam CCTV/Repro

Politik

Teror Meresahkan Masyarakat, GMNI: Polri Harus Bongkar Dalang Peristiwa Bom Makassar

MINGGU, 28 MARET 2021 | 16:53 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) merespons peristiwa ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Makassar, sekitar pukul 10.20 Wita, Minggu (28/3).

Sekretaris Jenderal DPP GMNI M. Ageng Dendy Setiawan mengatakan apa yang dilakukan pelau merupakan bentuk terorisme yang bertujuan menciptakan kepanikan pada masyarakat.

"Menciptakan kepanikan di masyarakat. Mengakibatkan situasi keamanan tak kondusif," kata M. Ageng Dendy Setiawan, Minggu (28/3).


Sebagai bentuk penegasan sikap, Dendy mengutuk perbuatan bom bunuh diri tersebut.

"Kami DPP GMNI, mengutuk keras tindakan peledakan bom yang meresahkan dan merugikan masyarakat itu," tegasnya.

Ketua DPD GMNI Jawa Timur 2016-2018 itu meminta dan mendukung Polri menangani kasus peledakan bom tersebut hingga ke akar-akarnya.

"Kami berharap, Polri menangani kasus ini hingga tuntas. Hingga membongkar siapa dalang di balik peristiwa ini," tambahnya.

DPP GMNI menduga, peristiwa di Makassar itu, masih berkaitan dengan kelompok-kelompok intoleransi.

"Dugaan itu pasti ada. Bisa juga, itu sengaja didesain dalam rangka menciptakan suana menjadi tak kondusif," ungkapnya.

GMNI, yang dipimpin ketua umum Arjuna Putra Aldino itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menguatkan, melawan terorisme.

"Mari kita saling menguatkan. Dalam rangka melawan terorisme yang kerap meneror rumah ibadah. Bersama seluruh umat beragama, kita sama-sama melawan terorisme. Sebab agama, tak pernah mengajarkan aksi kekerasan seperti terorisme," ujar Dendy.

Imbauan juga disampaikan berkaitan dengan gambar atau video teror bom tersebut. Ia meminta masyarakat tidak menyebarkan foto dan video yang terkait dengan aksi teror yang terjadi di terjadi di depan Gereja Katedral, Jalan Kajaolalido itu

Dendy juga mengutip bunyi surat Al-Maidah ayat 32. "Bahwa barangsiapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia," ujarnya.

Dendy menjelaskan, GMNI juga menyerukan sholawat kebangsaan. Tujuannya untuk menjaga Kebhinekaan dalam berbangsa dan bernegara.

"Rencananya, kami gelar malam ini. Bersama kelompok atau elemen pemuda. Mengajarkan juga menegaskan, tentang kebangsaan. Juga sekaligus menegaskan kebinekaan," tutup Dendy.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Ledakan Malam Takbiran di Grobogan dan Pekalongan, 10 Orang Terluka

Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49

Ziarah Makam Korban Longsor Cisarua Diwarnai Suasana Emosional

Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:35

Fahira Idris: Jadikan Idulfitri Momen Kebangkitan Umat

Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:53

SBY dan Keluarga Silaturahmi ke Prabowo di Istana

Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:16

Mendes: 20 Persen Keuntungan Kopdes Merah putih untuk Desa

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:54

Dengan Kerjasama, Stabilitas Kebutuhan Pokok Terjaga

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:26

Gubernur Pramono Ajak Warga Jaga Jakarta

Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:33

Soroti Pajak Ganda, DPR: Sudah Lama Sistem Dibiarkan

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:43

Didampingi Didit, Prabowo Open House Khusus Masyarakat di Istana

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:13

Idulfitri Momentum Perkuat Komitmen Pembangunan

Sabtu, 21 Maret 2026 | 16:54

Selengkapnya