Berita

Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman/Repro

Kesehatan

Ahli: Berdasarkan Sains, Tidak Ada Masalah Keamanan Pada Vaksin AstraZeneca

JUMAT, 26 MARET 2021 | 15:38 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sejumlah negara di Eropa masih memberlakukan penangguhan vaksin Covid-19 AstraZeneca setelah muncul kasus kematian akibat pembekuan darah.

Namun epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman menekankan bahwa tidak ada isu keamanan berbasis sains yang membuat penggunaan vaksin AstraZeneca harus ditangguhkan atau dihentikan.

Jika mengacu pada situasi di Eropa saat ini, Dicky menjelaskan ada beberapa indikator yang dapat diperhatikan untuk menilai keamanan vaksin AstraZemeca.


"Pertama harus dilihat uji fase ketiga vaksin AstraZeneca ini apa saja efek samping yang muncul. Kalau kita lihat, tidak ada (kasus) pembekuan darah. Artinya secara saintifik, kita tidak punya keraguan sebetulnya," jelasnya dalam diskusi virtual Bincang Sehat bertajuk "Kupas Tuntas Vaksin AstraZeneca" pada Jumat (26/3).

Selain itu, Dicky juga menjelaskan perlunya memerhatikan background rate dari kasus pembekuan darah di masyrakat sebelum program vaksinasi dimulai.

Dalam hal ini, ia menyebut 1 dari 1.000 manusia di dunia mengalami gangguan trombosit. Selain itu 1 dari 4 kematian di dunia pun berkaitan dengan trombosit.

Sementara kasus pembekuan darah selama vaksinasi menggunakan vaksin AstraZeneca hanya 37 dari hampir 20 juta orang yang telah diberikan suntikan.

"Jadi sangat kecil," kata Dicky.

Indikator lainnya, berdasarkan kajian dari Europe Medicine Agency (EMA), korban meninggal karena pembekuan darah kemungkinan telah terinfeksi Covid-19.

"Satu lagi yang menjadi kontradiksi adalah temuan, ini kan kasusnya banyak di wanita kurang dari 50 tahun, itu trombositnya menurun, tapi terjadi pembekuan darah. Kalau pemahaman umum, kalau trombosit menurun seperti demam berdarah ya pendarahan, bukan pembekuan darah," jelasnya.

"Kalau dari sisi keamanan tidak ada isu yang berbasis sains yang menjadi ganjalan," pungkasnya.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Jauhkan Anasir Politik dari Persidangan Roy Suryo Cs

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:18

Legislator PDIP Soroti Prinsip Gotong Royong Koperasi Buntut Meninggalnya Dua Calon Manajer KDMP

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:12

Saham Teknologi Seret Nasdaq dan S&P 500

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:03

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Emas Jatuh 3,3 Persen, Investor Waspadai Kenaikan Suku Bunga The Fed

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:46

DAX Tertekan Anjloknya Rheinmetall, Bursa Eropa Bergerak Mixed

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:30

Jejak Karir Listyo Sigit Diungkap dalam Buku 'Sang Arsitek Presisi Polri'

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:28

Misteri Rp250 Juta KDM, Taufik Hidayat Sudah Ditangkap, Eh ... Hadiahnya Malah Buron

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:00

Merayakan Hari Pelaut sebagai Sandera

Kamis, 25 Juni 2026 | 06:55

Tanpa Nurani

Kamis, 25 Juni 2026 | 06:33

Selengkapnya