Berita

Habib Rizieq Shihab saat mengikuti sidang secara daring yang digelar PN Jakarta Timur/Repro

Hukum

Pakar Hukum Nilai Habib Rizieq Bisa Terancam Pidana Baru

KAMIS, 25 MARET 2021 | 22:51 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Habib Rizieq Shihab dinilai bisa dijerat tindak pidana baru lantaran dianggap mempersulit persidangan saat digelar secara daring. Rizieq dan kuasa hukumnya, Munarman juga beberapa kali dianggap merendahkan martabat peradilan.

Diketahui, Habib Rizieq dan para kuasa hukum sempat walk out dari persidangan. Mereka menolak sidang secara daring. Dalam sidang lainnya, Munarman sempat membentak jaksa penuntut umum.

Pakar Hukum Petrus Selestinus menilai, perbuatan Rizieq dan kuasa hukum selama persidangan telah merendahkan martabat peradilan.

“Bisa terancam pasal pidana baru," kata Petrus kepada wartawan, Kamis (25/3).

Majelis hakim melaksanakan sidang secara offline untuk menghindari kerumunan massa pendukung Rizieq Shihab di sekitar gedung Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Setelah beberapa kali persidangan, majelis hakim mengabulkan keinginan Rizieq untuk mengikuti sidang secara langsung.

Petrus menduga, keinginan Rizieq mengikuti sidang secara langsung bagian dari strategi mengumpulkan massa dan menggalang kekuatan. Dengan digelarnya sidang secara luring, massa pendukung Rizieq akan semakin berduyun-duyun ke pengadilan pada sidang selanjutnya.

"Saat sidang online saja mereka datang berkerumun. Ini menjadi manuver politik, bukan pada soal menonton sidang tetapi bagian dari konsolidasi membangun soliditas kelompok," ujarnya.

Untuk menghindari kerumunan, Petrus menyarankan polisi membatasi pedukung Rizieq dari luar kota datang ke Jakarta. Andai terjadi kerumunan dan kekacauan oleh massa pendukung, dia meminta majelis hakim kembali melaksanakan sidang daring.

Populer

Hampir 2 Bulan Kosong, Presiden Jokowi dan Panglima TNI Disarankan Segera Tunjuk Pangkostrad Baru

Kamis, 13 Januari 2022 | 01:58

Ketua Umum HMI: Pelaporan Balik Terhadap Ubedilah Badrun Adalah Tindakan Salah Kaprah dan Bodoh

Minggu, 16 Januari 2022 | 07:17

Otto Hasibuan: Pertamina Menang Gugatan Rp 1,5 T dan 23 Juta Dolar AS Kasus Tumpahan Minyak Teluk Balikpapan

Sabtu, 22 Januari 2022 | 12:57

Rizal Ramli: Pakde Jokowi, Tolong Jelaskan Siapa Akan Tinggal di Ibu Kota Negara Baru?

Senin, 17 Januari 2022 | 22:04

Soal Deklarasi Prabowo-Jokowi, Pengamat: Jika Maju Cawapres, Makin Kuat Jokowi Beda Kelas dengan SBY

Sabtu, 15 Januari 2022 | 17:54

Pesan untuk Ubedilah Badrun, Adhie Massardi: Bersiaplah Hadapi Segala Hal yang Tidak Masuk Akal Sekalipun

Minggu, 16 Januari 2022 | 06:55

Dosen UAI: Pelaporan Ubedilah Badrun Sepertinya untuk Menekan agar Cabut Laporan

Senin, 17 Januari 2022 | 08:27

UPDATE

Soal “Macan Mengeong”, Prabowo Tidak Akan Marah pada Sekjen GNPF Ulama

Minggu, 23 Januari 2022 | 17:34

Tafsir Lukisan SBY, Benny Harman: Terkandung Pesan 2024 Kursi Presiden Kosong

Minggu, 23 Januari 2022 | 17:23

Balad Jarwo Deklarasi Dukung untuk Ganjar Pranowo di Pilpres 2024

Minggu, 23 Januari 2022 | 17:15

Pengakuan Guntur Soekarno, Megawati Jagoan Main Bola

Minggu, 23 Januari 2022 | 16:59

Korea Selatan Siap Bantu Mesir Pulihkan Gerbang Kuil Kuno di Luxor

Minggu, 23 Januari 2022 | 16:59

Perselisihan Cat, Airbus Batalkan Kontrak 6 Miliar Dolar AS dengam Qatar Airways

Minggu, 23 Januari 2022 | 16:54

Ledakan Terjadi di Minibus di Afghanistan, Tujuh Orang Meninggal Dunia

Minggu, 23 Januari 2022 | 16:45

Karir Mantunya Terbawa, Tidak Salah Publik Anggap Kekuasaan Luhut Sudah Lampaui Jokowi

Minggu, 23 Januari 2022 | 16:30

Berhasil Berantas Korupsi, Magnet Parpol Lirik Firli Bahuri jadi Calon Alternatif Pilpres 2024

Minggu, 23 Januari 2022 | 16:13

Silvio Berlusconi Resmi Tidak Mencalonkan Diri dalam Pemilu Presiden Italia

Minggu, 23 Januari 2022 | 15:54

Selengkapnya