Berita

Vaksin Covid-19 AstraZeneca/Net

Dunia

Demi Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri, India Tunda Pengiriman Vaksin Untuk Covax

KAMIS, 25 MARET 2021 | 08:25 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

India mempertimbangkan untuk menunda pengiriman dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca ke fasilitas Covax yang didukung oleh GAVI dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).   

Mitra program pengadaan vaksin, UNICEF, mengatakan distribusi dosis AstraZeneca yang diproduksi oleh Serum Institute of India (SII) yang seharusnya dilakukan pada Maret dan April akan ditunda karena belum adanya izin ekspor.

"Kami memahami bahwa pengiriman vakin Covid-19 ke negara berpenghasilan rendah yang berpartisipasi dalam fasilitas Covax kemungkinan akan menghadapi penundaan menyusul kemunduran dalam mendapatkan izin ekspor," ujar UNICEF pada Kamis pagi (25/3), seperti dikutip Reuters.


"Covax sedang dalam pembicaraan dengan pemerintah India dengan tujuan untuk memastikan pengiriman secepat mungkin," tambahnya.

Dalam laporannya pada Rabu (24/3), Reuters menyebut India telah menahan semua ekspor utama dari vaksin AstraZeneca yang dibuat oleh SII karena harus memenuhi permintaan di dalam negeri.

UNICEF juga mengatakan bahwa negara-negara peserta Covax juga telah diberi tahu tentang persediaan dosis AstraZeneca yang lebih rendah dari perkiraan yang dibuat di Korea Selatan untuk Maret.

"Sejalan dengan tantangan lingkungan pasokan global saat ini, hal ini disebabkan oleh tantangan yang dihadapi perusahaan dalam meningkatkan pasokan dengan cepat dan mengoptimalkan proses produksi untuk pengiriman awal ini," jelas UNICEF.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya