Berita

Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan/Net

Dunia

Parlemen Armenia Cabut Keadaan Darurat, Pemilu Cepat Bisa Digelar

RABU, 24 MARET 2021 | 14:51 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Parlemen Armenia telah mencabut darurat militer yang diberlakukan sejak 27 September untuk menanggapi konflik dengan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh.

Berdasarkan perhitungan suara pada Rabu (24/3), 118 anggota parlemen mendukung inisiatif faksi oposisi untuk mencabut darurat militer. Sementara satu suara menentang, dan satu lainnya abstain.

Berdasarkan UU Armenia, dengan adanya darurat militer, maka pemilihan parlemen cepat yang dijadwalkan pada 20 Juni tidak akan bisa dilakukan.


Alhasil, pada awal pekan ini ketua parlemen Ararat Mirzoyan mengajukan pencabutan darurat militer.

Pemilu cepat sendiri digelar untuk mengakhiri kisruh politik yang diawali dengan demonstrasi massal sejak awal November lalu. Para pengunjuk rasa mendesak Perdana Menteri Nikol Pashinyan untuk mundur karena dianggap gagal atas konflik Nagorno-Karabakh.

Pada 10 November, Armenia dan Azerbaijan menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang ditengahi oleh Rusia. Berdasarkan kesepakatan, sejumlah wilayah yang sebelumnya dikuasai Republik Artsakh yang memproklamirkan diri saat ini berada di bawah kendali Azerbaijan.

Di dalam negeri, warga Armenia marah dengan kesepakatan tersebut dan melancarkan gelombang protes besar-besaran. Angkatan bersenjata menanggapi dengan mengeluarkan pernyataan yang menuntut pengunduran diri Pashinyan.

Namun Pashinyan menanggap tuntutan tersebut sebagai upaya kudeta. Hingga ketegangan meningkat pada Februari setelah Pashinyan memerintahkan pencopotan beberapa pejabat tinggi militer, termasuk Kepala Staf Umum Angkatan Darat Onik Gasparyan dan Wakil Kepala Tigran Khachatryan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya