Berita

Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab/Net

Dunia

Inggris Desak NATO Lebih Fokus Tangani Ancaman Dari Rusia

RABU, 24 MARET 2021 | 11:43 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Inggris mendesak sekutu-sekutunya di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk menanggapi ancaman yang ditimbulkan oleh Rusia.

Lewat pernyataan Kementerian Luar Negeri pada Rabu (24/3), Inggris meminta NATO untuk memastikan Kremlin untuk membayar konsekuensi dari aktivitas bermusuhannya.

Seruan yang sama juga disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Dominic Raab dalam pertemuan tingkat menteri NATO di Brussels pada Selasa (23/3), seperti dikutip Sputnik.


"Inggris, sebagai kekuatan pertahanan dan diplomatik terkemuka, sepenuhnya mendukung NATO sebagai pencegah militer yang kuat terhadap ancaman dari Rusia, tetapi juga sebagai benteng politik yang kuat, bersatu, melawan kegiatan de-stabilisasi Moskow," kata Raab.

Raab juga menuding Kremlin menyebarkan teknologi baru untuk mengganggu dan mendukung serangan siber yang menargetkan data sensitif, sembari juga mencoba untuk ikut campur dalam pemilihan dan menyebarkan disinformasi tentang virus corona.

"Ini adalah kesempatan penting bagi sekutu NATO untuk berkumpul bersama dan membahas nilai aturan berdasarkan aliansi kami di dunia di mana demokrasi berada di bawah ancaman dari kekuatan otoriter dan aktor non-negara yang menggunakan ancaman dunia maya dan teknologi baru yang berbahaya untuk menyabotase ketertiban," tambah Raab.

Raab juga akan menyuarakan dukungan negaranya untuk kebijakan Pintu Terbuka aliansi militerm yaitu menawarkan keanggotaan NATO untuk negara-negara yang dikenal antagonis dengan Rusia, termasuk Ukraina dan Georgia.

Setelah Brexit, Inggris mulai menerapkan kebijakan luar negeri terintegrasi, di mana Rusia digambarkan sebagai ancaman akut bagi keamanan nasionalnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya