Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Protes Impor Beras Merembet Ke Daerah, DPRD Jabar: Lemahkan Petani Lokal

SELASA, 23 MARET 2021 | 19:12 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Rencana impor beras oleh pemerintah pusat dinilai akan melemahkan petani lokal.

Menurut anggota Komisi II DPRD Jabar, Faizal Hafan Farid, impor beras menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada investor. Impor seakan membuat para tengkulak menang, sedangkan petani sebagai produsen padi selalu kalah karena tidak memiliki daya.

"Bayangkan sekarang harga gabah (bulir padi) itu turun. Mereka dapat Rp 4 ribu per kg pun untungnya belum seberapa. Sekarang malah harganya kisaran Rp 3.300 per kg di tingkat lokal," kata Faizal diberitakan Kantor Berita RMOLJabar, Selasa (23/3).


Menurutnya, dengan harga Rp 3.300 per kg tidak akan cukup untuk menutupi pengeluaran pupuk maupun operasional. Oleh karena itu, kebijakan impor beras membuat para petani terpuruk bahkan semakin miskin.

Pasalnya, rata-rata para petani berutang di awal kepada tengkulak untuk memenuhi kebutuhan operasional. Ia mencontohkan, modalnya Rp 5-7 juta, hasil yang akan didapatkan dari penjualan gabah tidak akan cukup menutup biaya operasional.

"Bisa jadi setiap para petani panen tidak untung tetapi malah memiliki utang," tutupnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya