Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
Menurut anggota Komisi II DPRD Jabar, Faizal Hafan Farid, impor beras menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada investor. Impor seakan membuat para tengkulak menang, sedangkan petani sebagai produsen padi selalu kalah karena tidak memiliki daya.
"Bayangkan sekarang harga gabah (bulir padi) itu turun. Mereka dapat Rp 4 ribu per kg pun untungnya belum seberapa. Sekarang malah harganya kisaran Rp 3.300 per kg di tingkat lokal," kata Faizal diberitakan Kantor Berita RMOLJabar, Selasa (23/3).
Populer
Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31
Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50
Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39
Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16
Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06
Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13
UPDATE
Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36
Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25
Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56
Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35
Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10
Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42
Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12
Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32
Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59
Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34