Berita

Ilustrasi

Nusantara

Wagub DKI: Masyarakat Semakin Melek Informasi, Wajar Ada Kekhawatiran Pada Vaksin AstraZeneca

SELASA, 23 MARET 2021 | 18:50 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memaklumi kekhawatiran masyarakat terkait penggunaan vaksin AstraZeneca.

"Terkait khawatir masyarakat itu suatu hal yang wajar masyarakat semakin melek informasi dan sebagainya melihat perkembangan di dunia," ujar Ariza di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (23/3).

Menurut Ariza, pemerintah pusat tidak mungkin sembarangan menggunakan vaksin untuk menanggulangi pandemi virus corona.


Terlebih lagi saat ini sudah ada penjelasan resmi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait vaksin AstraZeneca.

"Jadi kita sudah memutuskan bahwa vaksin tersebut diperbolehkan dan bisa digunakan dan sehat tidak ada masalah," katanya seperti dikutip Kantor Berita RMOLJakarta.

Vaksin AstraZeneca sempat menjadi polemik di tengah masyarakat usai Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa vaksin buatan Inggris itu haram, lantaran mengandung enzim tripsin dari babi.

Kendati demikian, MUI tetap memberikan lampu hijau penggunaan AstraZeneca untuk program vaksinasi, mengingat stok vaksin di Indonesia masih terbatas.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga telah merestui penggunaan vaksin Astrazeneca.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya