Berita

Sekretaris Jenderal (Sekjen MUI), Amirsyah Tambunan/RMOL

Kesehatan

Digunakan Negara Muslim, MUI: Penelitian AstraZeneca Berbeda Tiap Negara

SELASA, 23 MARET 2021 | 14:55 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Majelis Ulama Indonesia (MUI) memastikan hasil uji laboratorium dan audit Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI untuk vaksin Covid-19 AstraZeneca di SK Bioscience Co.Ltd Andong, Korea Selatan menggunakan bahan asal babi (Tripsin).

Namun, penggunaan vaksin AstraZeneca bersifat mubah atau diperbolehkan karena bersifat mendesak atau dalam kondisi darurat syar'i.

Sekretaris Jenderal (Sekjen MUI), Amirsyah Tambunan mengatakan, temuan vaksin AstraZaneca itu berdasarkan uji laboratorium dan hasil audit.


Produksi vaksin terdiri dari penyiapan sel inang HEK 293, pengernbangan inokulum bibit vaksin rekombinan (ChAd0x1-S [recombinant]), penyiapan media produksi vaksin, produksi vaksin menggunakan inokulum bibit vaksin ChAdOx1-S (recombinant) pada sel inang HEK 293 pada media steril, proses pemisahan serta pemurnian produk bulk vaksin, formulasi vaksin dengan penambahan eksipien, filtrasi secara aseptis serta pengisian ke dalam ampul.

"Ini hasil audit," ujar Amirsyah Tambunan kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Selasa (23/3).

Adapun, kata Amirsyah, terkait negara-negara Islam lainnya yang turut menggunakan vaksin AstraZeneca, itu kemungkinan beda pendekatan metodologis dalam penelitian vaksin asal Korea Selatan itu.

Ia juga tidak menampik jika vaksin yang diterima Indonesia dan telah dilakukan uji laboratorium hingga audit tersebut berbeda kandungannya dengan negara-negara lain.

"Ya, juga beda metodologinya," kata Amirsyah Tambunan.

Pihak AstraZeneca Indonesia sebelumnya membantah bahwa vaksin buatannya tidak mengandung babi dan hewan lain dalam proses pembuatannya.

"Semua tahapan proses produksi vaksin ini tidak menggunakan dan bersentuhan dengan produk turunan babi atau produk hewani lainnya," demikian pernyataan AstraZeneca dalam keterangan tertulisnya.

Masih kata pihak AstraZaneca Indonesia, vaksin AstraZeneca, disebut merupakan vaksin vektor virus yang tidak mengandung produk yang berasal dari hewan, sebagaimana yang telah dikonfirmasi Badan Otoritas Produk Obat dan Kesehatan Inggris.

Bahkan, vaksin AstraZaneca telah disetujui lebih dari 70 negara di seluruh dunia. Beberapa diantaranya Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Oman, Mesir, Aljazair, dan Maroko.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya