Berita

M. Qodari saat menjelaskan alasan dukung Jokowi-Prabowo/Repro

Politik

Dukung Jokowi-Prabowo Di Pilpres 2024, Ini Argumentasi Politik Qodari

KAMIS, 18 MARET 2021 | 17:02 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Direktur Eksekutif lembaga survei IndoBarometer M.Qodari menyampaikan akan mendukung mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Prabowo Subianto untuk pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Qodari mengatakan, alasannya mendukung dan mengusung kedua tokoh bangsa terus didasari adanya keterbelahan dan polarisasi yang terjadi pada dunia perpolitikan baik di dalam maupun luar negeri.

"Ya ancaman terbesar bangsa kita saat ini menurut saya adalah soal polarisasi terutama pada saat Pemilu ya dan Pilkada dan ancaman ini menurut saya harus jika antisipasi dari sekarang," ucap Qodari kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamsi (18/3).


Pihaknya menambahkan, adanya peristiwa pemilihan presiden Amerika Serikat yang mengalami pembelahan dan kerusakan di Amerika Serikat pada tahun 2020 kemarin, juga menjadi pelajaran berharga untuk sistem politik di Indoensia.

"Hal semacam itu menurut saya harus jadi pelajaran bagi bangsa kita. Karena Amerika yang sudah 245 tahun berdiri dan status ekonominya begitu tinggi, bisa sedemikian terbelah dan bukan mustahil hal semacam itu bisa terjadi di Indonesia," katanya.

Selain itu, lanjut Qodari, berkaca pada pemilihan presiden tahun 2014 kemarin antara Jokowi dan Prabowo, pembelahan tersebut tampak begitu keras meski lawannya sama-sama satu agama.

"Karena kita tahu mulai tahun 2014 pembelahannya menjadi keras pada saat itu walaupun sama-sama muslim, Pak Jokowi ya dikampanyekan kampanye hitam sebagai seorang komunis orang PKI keturunan Tionghoa, warganegara Singapura, agama Kristen dan seterusnya. Isu komunis dan sentimen primordial untuk menyerang Pak Jokowi," ucapnya.

"Menimbulkan ketegangan dan keterbelahan sedemikian rupa rakyat Indoensia," tandasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya