Berita

Bisnis

Bincang Bisnis bank bjb, Kulik Cara Praktis Mendiagnosa Bisnis UMKM

KAMIS, 18 MARET 2021 | 11:57 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Sejak pandemi Covid-19 merebak pada Maret tahun lalu, diperkirakan sebanyak 47% usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Tanah Air terpaksa gulung tikar.

Penyebabnya beragam. Namun tiga yang paling menonjol adalah terhambatnya arus kas sehingga harus merumahkan karyawan, kendala mendapatkan bahan baku dan distribusi, serta melemahnya permintaan.

Sebenarnya tanda-tanda bencana usaha atau gulung tikar tersebut bisa diidentifikasi jauh-jauh hari. Untuk mengantisipasinya dapat dilakukan dengan sistem peringatan dini pada UMKM.


Sistem peringatan dini ini akan membantu pelaku UMKM untuk mengambil keputusan dan tindakan yang dapat dipersiapkan sebelum, sedang, dan setelah kejadian, jika terjadi bencana usaha.

Mau tahu apa saja yang harus disiapkan dan bagaimana cara menyusunnya?

bank bjb bersama seorang konsultan bisnis akan akan menjawabnya dalam Bincang Jumat Bisnis Online Nasional dengan tema "Cara Praktis Mendiagnosa Bisnis" yang akan digelar pada 19 Maret 2021 pukul 13.30-15.30 WIB.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto dalam keterangannya, Kamis (18/3), mengatakan, bincang bisnis online ini akan dipandu oleh pakar dan konsultan bisnis, Iim Imatulah dari Konsultan Sahabat Bisnis PLUT dan ABDSI.

Dalam bincang -bincang ini, pembicara akan mengupas tuntas tentang pengenalan tanda-tanda bencana bisnis, cara mengantisipasinya, pencegahannya, hingga kiat-kiat untuk bertahan dan bangkit.    

Daftarkan diri Anda segera melalui tautan http://bit.ly/RegisterPesertaBincangJumatBisnis2021 atau melalui WA ke nomor 081285163330 dengan format (daftar/nama/alamat/jenis usaha).

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya