Berita

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan/Net

Politik

Hadiri Kongres Virtual, Luhut Bekali Kader PMII Konsep Kepemimpinan Masa Depan

KAMIS, 18 MARET 2021 | 07:30 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan konsep kepemimpinan yang harus dipahami oleh kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebagai generasi masa depan Indonesia.

Menurut Luhut, selain memiliki wawasan kebangsaan, setidaknya ada delapan parameter yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin yaitu motivation, competence, skills, responsibility, communication, power, support dan teamwork

"Dari semua ini, menurut saya teamwork menjadi sangat penting, di pemerintah kita ini berpuluh-puluh tahun orang teamwork, dia pikir kalau menjadi Menteri bisa selesai semuanya," kata Luhut saat menjadi narasumber di Kongres XX PMII yang digelar virtual, Selasa (17/03).


Luhut melanjutkan, saat ini masih banyak orang yang belum paham dengan konsep teamwork yang ia diterapkan saat menjabat Menko Marves, masih ada yang menganggap Luhut mengurus semua kementerian dan lembaga.

Salah satu contohnya, kata Luhut, saat negara membangun jalan maka diperlukan kerja lintas kementerian seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Agraria dan Tata Ruang /Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan lainnya.

"Jadi untuk menyelesaikan suatu masalah harus terintegrasi penyelesaiannya," lanjut Luhut.

Tidak hanya itu, Luhut mengaku juga dikelilingi banyak anak muda dalam menjalankan tugasnya sebagai pejabat negara.

Menurutnya, ia masih butuh teman diskusi dan masukan generasi muda untuk membangun bangsa.

"Saya mendengatkan mereka, apakah saya lebih pintar dari merek, tidak mesti, mungkin dalam hal tertentu mereka bisa menjadi guru saya," katanya.

Luhut menambahkan, masih ada tiga prinsip kepemimpinan yang perlu dipahami oleh kader PMII.

Pertama, Ing Ngareb Sing Tuladha yaitu pemimpin harus berada di depan menjadi teladan dalam menyelesaikan tugas pokoknya.

Kedua, Ing Madyo Mangun Karso yaitu, pemimpin hendaknya bersama-sama dengan tim hadir dalam kegiatan mereka dalam rangka pencapaian atau menyelesaikan tugas pokoknya.

Kemudian yang ketiga yaitu Tutwuri Handayani, pemimpin harus bersama-sama dan dari belakang memberi dorongan atau motivasi kepada tim agar dapat menyelesaikan tugas pokoknya.

"Saya dulu susah ngafalin saat masih menjadi Taruna, tapi dari yang tiga ini kalau saya ambil sarinya tetap ujung-ujungnya itu keteladanan. Jadi keteladanan kalian saat jadi pemimpin itu intelektual, karakter kemudian fisikli, dengan demikian mereka akan hormat sama kamu," tutupnya.

Kongres XX PMII digelar secara virtual dan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat, peserta dikumpulkan di enam zona dan Balikpapan sebagai pusatnya, yaitu khusus untuk Ketua PKC PMII seluruh Indonesia.

Kemudian untuk Ketua PC PMII se-Kalimantan bertempat di Samarinda atau zona dua, sedangkan zona tiga ada di Batam yaitu untuk peserta yang berasal dari Cabang PMII Aceh, Sumut, Sumsel, Riau, Kepri, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung dan Lampung.

Selanjutnya, zona empat berlokasi di Bekasi, untuk PC PMII yang berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Banten dan DKI Jakarta. Zona lima berlokasi di Lombok, khusus peserta yang dari Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Adapun zona enam berlokasi di Kota Kendari, yaitu untuk peserta PC PMII Sulsel, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya