Berita

Marcus Aurelius/Net

Jaya Suprana

17 Maret Hari Wafat Marcus Aurelius

RABU, 17 MARET 2021 | 11:35 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SAYA mengagumi Marcus Aurelius sebagai mahapemikir yang pemikirannya tertuang di dalam mahakarya legendaris Meditations di samping sebagai seorang Kaisar Romawi yang dicintai rakyatnya serta juga jenderal perang yang tak terkalahkan oleh para musuh Roman Empire.

Kaisar Marcus Aurelius akhirnya gugur bukan di medan perang, namun di ranjang akibat perlaya dikalahkan oleh penyakit cacar hitam. Marcus Aurelius wafat pada tanggal 17 Maret 180.

Pagebluk


Menarik menyimak pendapat para sejarawan yang meyakini bahwa penyakit cacar hitam merajalela sebagai pagebluk yang menewaskan ratusan ribu warga kekaisaran Romawi akibat pembangunan infra struktur yang memungkinkan para serdadu Romawi menaklukan nyaris seluruh daratan Eropa sampai ke Inggris mau pun Mesir dan pesisir Afrika Utara.

Maka penyakit cacar-hitam yang kemudian disebut sebagai The Black Plague dibawa oleh para serdadu Romawi yang berkeliaran di segenap pelosok wilayah yang dikuasai Romawi untuk merajalela sebagai wabah yang telah
menewaskan begitu banyak manusia.

Analogi


Apabila disimak secara lebih jauh dan mendalam melalui jalur andaikatamologi maka dapat ditemukan benang merah menjalin analogi antara pagebluk cacar-hitam yang terjadi pada abad II setelah Masehi dengan pagebluk Corona yang terjadai pada abad XXI.

Andaikata para kaisar Romawi tidak mengumbar syahwat kolonialisme dan imperialisme dengan mengirim para serdadu ke segenap pelosok Eropa sampai Timur Tengah dan Afrika Utara maka para serdadu Romawi tidak membawa penyakit cacar-hitam untuk ditularkan ke seluruh warga Romawi termasuk Marcus Auerelius.

Andaikata industri pariwisata dan teknologi transport tidak memungkinkan manusia secara massal bergerak dari satu lokasi ke lokasi di planet bumi abad XXI maka virus Corona tidak bisa lincah mewabah ke segenap pelosok dunia yang tersentuh industri pariwisata yang sedang mengalami masa keemasan sejak akhir abad XX.

Fakta membuktikan bahwa kawasan pedesaan relatif tidak tersentuh industri pariwisata mancanegara pada umumnya memiliki angka morbiditas dan mortalitas relatif rendah bahkan nihil akibat angkara murka virus Corona.

Daya Adaptasi

Mujur bahwa umat manusia memiliki naluri bertahan hidup sehingga mampu lentur mengadapatasikan diri terhadap lingkungan yang niscaya berubah.

Maka dalam menghadapi ancaman angkara murka virus Corona bermunculanlah aneka ragam kreativitas mulai dari vaksinasi atau imunisasi untuk memperkuat daya tahan manusia di samping bentuk sikap dan perilaku menyesuaikan dengan perubahan suasana lingkungan mulai dari masker sampai ke jaga-jarak-sosial serta menghindari kerumunan demi keselamatan individual mau pun komunal.

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Tips Aman Belanja Online Ramadan 2026 Bebas Penipuan

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:40

Pasukan Elit Kuba Mulai Tinggalkan Venezuela di Tengah Desakan AS

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:29

Safari Ramadan Nasdem Perkuat Silaturahmi dan Bangun Optimisme Bangsa

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:23

Tips Mudik Mobil Jarak Jauh: Strategi Perjalanan Aman dan Nyaman

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:16

Legislator Dorong Pembatasan Mudik Pakai Motor demi Tekan Kecelakaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:33

Pernyataan Jokowi soal Revisi UU KPK Dinilai Problematis

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:26

Tata Kelola Konpres Harus Profesional agar Tak Timbulkan Tafsir Liar

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:11

Bukan Gibran, Parpol Berlomba Bidik Kursi Cawapres Prabowo di 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:32

Koperasi Induk Tembakau Madura Didorong Perkuat Posisi Tawar Petani

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:21

Pemerintah Diminta Kaji Ulang Kesepakatan RI-AS soal Pelonggaran Sertifikasi Halal

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:04

Selengkapnya