Berita

Ketua DPD LaNyalla M. Mattalitti saat mengisi FGD PPTKN tentang Pendidikan guru berasrama/RMOL

Politik

Ketua DPD RI: Pendidikan Guru Berasrama Jadi Pilihan Terbaik

SENIN, 15 MARET 2021 | 20:51 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti berharap sistem pendidikan guru berasrama di Indonesia, terutama yang digagas dan diperjuangkan oleh Perkumpulan Perguruan Tinggi Kependidikan Negeri, dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan.

"Kami di DPD RI, khususnya melalui Komite III yang membidangi Pendidikan, tentu akan selalu terbuka untuk berdiskusi dan berdialog," katanya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum PSSI itu menambahkan, model pendidikan berasrama juga bentuk paling ideal untuk mendidik guru masa depan yang profesional.


"Sebab pendidikan berasrama memungkinkan untuk membentuk karakter guru secara intensif. Sebab, kode etik keprofesionalan guru dianggap perlu diajarkan lewat pendidikan berasrama," kata LaNyalla di Jakarta, Senin (15/3).

Penilaian itu disampaikan LaNyalla saat memberikan arahan dalam Focus Group Discussion Perkumpulan Perguruan Tinggi Kependidikan Negeri (PPTKN), dengan tema; 'Pendidikan Guru Berasrama'.

Selain Ketua DPD RI, kegiatan ini juga diikuti Ketua PPTKN Profesor Ganefri, Sekretaris PPTKN, Profesor Fathur Rohman, serta sejumlah rektor perguruan tinggi kependidikan negeri.

Hadir juga dalam FGD tersebut Dirjen Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto.

Hanya saja, mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur itu mengingatkan, jika sekolah berasrama adalah sekolah dengan durasi proses pendidikan yang lama, maka diperlukan tenaga pengajar yang lebih banyak.

"Kasus yang dikaji menunjukkan bahwa kisaran rasio guru dengan peserta didik adalah 1 banding 5. Selain tenaga pendidik, juga diperlukan pembina asrama dan berdasarkan kasus yang dikaji, kisaran rasio pembina asrama dengan peserta didik adalah 1 banding 10," urainya.

LaNyalla mengingatkan, asrama khusus calon guru tak boleh diwujudkan asal-asalan.

Menurutnya, harus ada regulasi yang mengatur peserta asrama. Dari bangun tidur, hingga tidur kembali.

"Kurikulum non-akademik di asrama juga wajib dijadikan pertimbangan kelulusan untuk menanamkan karakter pendidik yang cakap kepribadian dan sosial. Karena ukuran keberhasilan pendidikan guru berasrama harus dinilai secara komprehensif. Bukan hanya kecapakan keilmuan. Tetapi guru berasrama harus mampu menjadi tauladan. Dengan karakter dan budi pekerti yang mampu  menjadi acuan anak didik," ujarnya.

Karena, lanjut Senator asal Jawa Timur itu, nantinya para guru tersebut akan menjadi penentu dalam menjawab krisis multidimensi yang kini melanda generasi muda di Indonesia.

“Diakui atau tidak, ada nilai-nilai luhur dan tradisi bangsa yang perlahan mulai memudar. Seperti nilai kejujuran, kesantunan, kebersamaan, dan religius. Digantikan oleh budaya baru yang mengarah pada kehidupan yang hedonistik, materialistik, dan individualistik. Hal itu makin diperkuat dengan rentannya generasi muda terhadap pengaruh globalisasi," urainya.

Maka, output guru berasrama harus punya keahlian dalam subyek matter, pintar merancang perangkat pembelajaran, menguasai seni mengajar, dan pandai menimbang atau melakukan evaluasi atas anak didik.

“Dan yang terpenting memiliki karakter dan bisa menjadi tauladan,” pungkasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya