Berita

Ilustrasi vaksin Covid-19 AstraZeneca/Net

Politik

Cecar Menkes, Komisi IX Merasa Ada Perlakuan Istimewa Terhadap Vaksin AstraZeneca

SENIN, 15 MARET 2021 | 17:43 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dicecar perihal vaksin impor dari Inggris, AstraZeneca yang terkesan mendapat perlakuan berbeda dengan pendahulunya di Indonesia, Sinovac.

Dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR RI, anggota Komisi IX DPR RI Yahya Zaini mempertanyakan Badan POM yang memberikan kelonggaran terhadap AstraZeneca. Padahal sebelumnya, vaksin Sinovac masuk ke Indonesia melalui screening yang cukup ketat.

“Pada saat vaksin Sinovac masuk, itu melalui screening yang cukup jelas, cukup ketat, tetapi ketika masuk AstraZeneca ini enggak ketat,” tegas Yahya dalam rapat di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3).


Yahya menduga, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak melakukan pemeriksaan yang akurat dan detil terhadap vaksin dari Universitas Oxford tersebut.

“Mungkin BPOM enggak lakukan pemeriksaan,” imbuhnya.

Yahya juga mencecar Menkes terkait kehalalan vaksin AstraZeneca. Jika sebelumnya vaksin Sinovac cukup alot perihal kehalalan, dia melihat tidak ada perdebatan yang muncul terhadap AstraZeneca.

“Apakah AstraZeneca ini sudah diperiksa MUI tentang kehalalannya? Saya minta, selama belum ada pemeriksaan sertifikasi kehalalan, jangan didistribuskan ke masyarakat karena ini sensitif," tegasnya lagi.

Selain Yahya Zaini, politisi PDI Perjuangan, I Ketut Kariyasa Adnyana juga heran dengan penggunaan vaksin AstraZeneca. Sebab di beberapa negara lain, penggunaan vaksin tersebut justru dihentikan.

“Beberapa negara di Eropa dan Asia Tenggara sementara menghentikan vaksin AstraZeneca. Nah ini apakah sikap pemerintah sama dengan sikap negara yang di Eropa terhadap vaskin ini?” tegasnya lagi.

Pun demikian disampaikan anggota Komisi IX, Dewi Asmara yang kembali mengingatkan soal kehalalan vaksin AstraZeneca.

“Harus dipastikan kehalalannya. Untuk BPOM pertanyaannya adalah apakah kepastian halalnya ini berlaku semua vaksin di Indonesia, termasuk nanti vaksin Gotong Royong?" ujarnya menutup.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya