Berita

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri/Net

Politik

Daniel Dhakidae: Dari Masa Ke Masa PDI Perjuangan Setia Memperjuangkan Marhaenisme

MINGGU, 14 MARET 2021 | 18:58 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

PDI Perjuangan dinilai konsisten memperjuangkan marhaenisme dan berpihak pada kepentingan rakyat, serta di saat yang sama menentang segala bentuk kolonialisme.

Ini adalah warisan yang diperoleh PDIP dari partai pendahulunya, Partai Nasionalis Indonesia (PNI) yang didirikan Bung Karno tahun 1927, lalu bermetamorfosis menjadi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di era Orde Baru, sampai akhirnya menjadi PDIP di era Reformasi.

Hal ini antara lain disampaikan Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi Jurnal Prisma, Daniel Dhakidae, ketika berbicara dalam webinar bertema “Refleksi Konstruksi Historis PDI Perjuangan: Dari PNI 1927 Ke PDI 1973 Ke PDI Perjuangan” yang digelar Badan Penelitian Pusat PDIP, Rabu malam lalu (10/3).


Selain Daniel Dhakidae, pembicara lain dalam webinar itu adalah wartawan senior Kompas, Yophiandi Kurniawan, dam kader senior PDIP Sirmadji Tjondro Pragolo.

“PNI didirikan Bung Karno di tahun 1927. Ketika itu pertumbuhan ekonomi Hindia Belanda mencapai puncak tertinggi. Ekspor mencapai angka tertinggi. Semuanya adalah hasil dari strategi pembangunan colonial yang  dikenal sebagai Etische Politiek atau politik balas budi Belanda,” ujar Daniel Dhakidae.

Namun, sambungnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu tidak berdampak pada kesejahteraan rakyat di negeri jajahan. Sebaliknya, rakyat semakin miskin, dan kaum kapitalis semakin kaya.

“Semua itu menjadi babak-belur karena malaise (resesi global) yang melanda dunia tahun 1929, katanya lagi.

Dia menambahkan, PNI yang didirikan Bung Karno dalam situasi seperti itu menjadi ”garis batas” untuk membedakan mereka yang di sana, dalam hal ini Belanda, dan rakyat jelata yang ada di sini.

Masa berganti. Di era Orde Baru setelah Bung Karno tidak lagi berkuasa, tepatnya 10 Januari 1973, PNI dilebur dengan partai-partai “non-Islam”, yakni Partai Katolik, Parkindo, Partai Musyawarah Rakyat banyak (Murba), dan Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) menjadi PDI.

“Dengan nama itu, diharapkan PNI hilang dari sejarah,” ujarnya lagi.

Tetapi, ideologi yang diajarkan Bung Karno tidak dapat dihilangkan begitu saja, dan PDIP adalah motor utama yang memperjuangkannya hingga sekarang ini.

“Sejak 2015 PDIP membangun kembali identitas, historisitas, dan mitos, dan ideologi yaitu kembali kepada Soekarnoisme. Dengan demikian apa yang dihancurkan Orde Baru dihidupkan kembali PDIP,” tambahnya.

Daniel menambahkan, kekuatan PDI Perjuangan di sejumlah periode politik juga tak lepas dari loyalitas dan militansi kader dalam mengantarkan partai berlambang kepala banteng itu.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya