Berita

Jurubicara Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi/Repro

Kesehatan

Varian Baru Covid-19, Kemenkes: Kami Pantau!

MINGGU, 14 MARET 2021 | 14:56 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemerintah terus mewaspadai penyebaran mutasi virus corona. Sejalan dengan itu, masyarakat juga diminta terlibat aktif dengan cara paling efektif, yakni taat protokol kesehatan.

Di Indonesia diduga sudah ada berbagai varian virus Corona, seperti D614G, B117, dan N439K. Jurubicara Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, mutasi N439K lebih dahulu ditemukan dibanding B117.

"Ini sebenarnya mutasi single, hanya ada satu mutasi pada jenis varian ini. Jenis varian ini bukan yang diminta oleh WHO untuk mendapat perhatian khusus," kata Siti Nadia Tarmizi kepada wartawan, Minggu (14/3).


Menurutnya, yang mendapat perhatian khusus saat ini adalah mutasi virus B117, B135, dan P1.

"N439K sama dengan D614G, satu mutasi di virus tersebut. Baru-baru ini ada satu journal yang mengatakan bahwa N439K bisa mengamuflase pembuatan antibodi,” katanya.

Siti Nadia meyakini WHO akan melakukan kajian yang lebih luas terkait mutasi N439K. "Apakah kemudian virus ini jadi salah satu yang memang perlu mendapat perhatian khusus atau tidak," sambung Siti Nadia.

Ia menerangkan, sampai saat ini belum ada data yang lebih lengkap mengenai apakah mutasi virus N439K itu lebih menyebabkan keparahan sebuah penyakit dari Covid-19 atau tidak. Namun, dia memastikan pemerintah selalu mewaspadai penyebaran mutasi virus corona tersebut.

"Mutasi selalu dipantau oleh pemerintah, karena kita tahu mutasi selalu terjadi, dan memang itu karakter dari virusnya. Sejak awal pandemi Covid-19 sudah disampaikan bahwa memang negara harus memerhatikan terkait mutasi-mutasi virus ini," imbuhnya.

Dia mengatakan, protokol kesehatan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas masih cara yang paling efektif untuk mencegah terjadinya penularan virus Covid-19, selain 3T (testing, tracing, treatment).

"Kalau kita merasa ada gejala-gejala yang dirasakan untuk segera mengetahui dan memeriksakan diri. Ditambah vaksin yang saat ini kita ketahui merupakan salah satu yang bisa membantu kita melawan agar tidak sakit,” tutupnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya