Berita

Gedung Fakultas Kedokteran UI/Net

Kesehatan

Hattrick, Fakultas Kedokteran UI Masih Yang Terbaik Di Indonesia

SABTU, 13 MARET 2021 | 14:10 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) kembali menjadi Fakultas Kedokteran terbaik di Indonesia dalam kategori bidang studi kedokteran.

FKUI menjadi satu-satunya fakultas kedokteran asal Indonesia yang menduduki ranking 215-300 dunia pada daftar pemeringkatan The Quacquarelli Symonds World University Rankings (QS WUR) by Subject yang dapat dilihat pada tautan https://www.topuniversities.com/university-rankings/university-subject-rankings/2021/medicine.

Suatu kebanggaan karena FKUI telah mampu mempertahankan peringkat di tingkat nasional tersebut selama tiga tahun berturut-turut. Hasil pemeringkatan ini membuktikan bahwa FKUI dinilai mampu untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja yang sangat baik dalam bidangnya.


Saat ini, pencapaian artikel ilmiah internasional yang tercatat di Scopus juga terus meningkat dari hanya 400 publikasi pada tahun 2017 menjadi hampir 900 publikasi pada akhir 2020.

Capaian jumlah publikasi internasional ini tertinggi di Indonesia dan bahkan berada di atas universitas dari negara lain seperti Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).

Masuknya FKUI ke dalam peringkat 251-300 dunia, dan menduduki peringkat 6-7 di ASEAN bersama Universiti Kebangsaan Malaysia, kembali menempatkan fakultas kedokteran ternama di Indonesia ini menjadi yang terbaik di Indonesia dan terpandang di ASEAN.

Pada pemeringkatan di tingkat ASEAN tersebut, FKUI dan UKM berada di bawah National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), Mahidol University, Universiti Malaya, dan Chulalongkorn University.

Selain itu, posisi FKUI ini setara dengan fakultas kedokteran dari universitas bergengsi lainnya di Asia seperti University of Tsukuba di Jepang, Kaoshiung Medical University di Taiwan, dan berada di atas Kobe University di Jepang, Istanbul University di Turki, Universiti Putra Malaysia (UPM), Universitas Sains Malaysia (USM), dan University of The Philipine di Filipina.

Pemeringkatan QS World University Rankings by Subject didasari atas penilaian terhadap sitasi, produktivitas, dampak penelitian (h-index), dan hasil survei global yang dilakukan kepada pengguna lulusan dan kalangan akademisi.

Di tingkat universitas pada pemeringkatan QS World University Rankings by Subject 2021, Universitas Indonesia (UI) berhasil mencatatkan 12 bidang studinya dalam jajaran pemeringkatan dunia.

Diantara ke-12 bidang studi tersebut, empat bidang studi menjadikan UI sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia yaitu dalam bidang Medicine, Law and Legal Studies, Politics, dan Modern Languages.

The QS World University Rankings by Subject setiap tahun melakukan pemeringkatan perguruan tinggi di dunia. Pemeringkatan ini dapat membantu masyarakat untuk mengenali perguruan tinggi terkemuka pada rumpun atau bidang ilmu tertentu.

Saleh Husin selaku Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (MWA UI) merasa bangga atas capaian yang diraih oleh FKUI.

Menurutnya, ini merupakan jerih payah serta kerja keras selama ini dari seluruh civitas FKUI di bawah kendali Prof. Ari Fahrial Syam selaku dekan.

"Semoga ke depan FKUI semakin maju dan sukses dan terus melahirkan dokter-dokter tangguh yang kompeten, berkualitas dan profesional," ujar Saleh Husin yang juga menjabat sebagai Managing Director Sinar Mas, Sabtu (13/3).

Sementara itu, Lembaga Pemeringkatan Perguruan Tinggi Dunia, The Times Higher Education (THE), kembali merilis Emerging Economies University Rankings 2021 melalui laman www.timeshighereducation.com/world-university-rankings pada 9 Maret 2021.

Tahun ini, Universitas Indonesia (UI) menduduki peringkat ke-8 dari 46 negara di Asia Tenggara, dan menjadi satu-satunya perguruan tinggi dari Indonesia yang masuk dalam Top 150 Emerging Economies University Ranking.

Pemeringkatan ini mencakup lebih dari 600 perguruan tinggi di 48 negara yang digolongkan sebagai negara berkembang di dunia.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya