Berita

Jurubicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito/Repro

Kesehatan

Cegah Angka Kematian Hingga Ribuan Karena Momen Libur Panjang, Satgas Covid-19 Ingatkan Disiplin Prokes

SABTU, 13 MARET 2021 | 14:06 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Momen libur panjang memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap jumlah kematian Covid-19 di Indonesia.

Pengalaman libur panjang 2020 yang lalu menjadi satu contoh konkret yang dijelaskan Jurubicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito.

"Terdapat implikasi kematian dari setiap event libur panjang," ujar Wiku Adisasmito dalam jumpa pers virtual yang disiarkan kanal Youtube BNPB Indonesia, Sabtu (13/3).


Wiku menyebutkan, grafik kasus kematian pernah meningkat pada Maret hingga September 2020. Lalu sempat menurun pada Oktober dan November, namun kembali mengalami tren peningkatan hingga Januari 2021.

Melihat lebih dekat perkembangan dari bulan ke bulan, pada empat bulan pertama peningkatan cenderung tajam hingga mencapai 70 persen.

"Masa-masa ini Indonesia dihadapkan pada pandemi yang secara tiba-tiba, dan tengah melakukan percepatan penangananan, salah satunya denga kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)," imbuh Wiku.

Kemudian pada Juli menuju Agustus 2020, kasus kematian sempat mengalami penurunan. Namun pada Sepetember, kembali meningkat secara signifikan mencapai 46 persen atau 1.048 kasus.

Peningkatan ini, kata Wiku karena periode libur panjang 15-17 Agustus dan 20-23 Agustus 2020. Baru pada kurun Oktober dan November kasus kematian menurun tapi tidak lama meningkat lagi, tepatnya pada Desember 2020 hingga Januari 2021.

Pada periode akhir tahun tersebut, Wiku menerangkan sebabnya karena periode libur panjang Natal dan Tahun Baru. Dari jumlahnya per November 2020 hingga Januari 2021 ada 4.252 kasus kematian, atau meningkat lebih dari 100 persen dibandingkan Oktober 2020.

Sebagai perbandingan, pada bulan-bulan tanpa periode libur panjang, jumlah kematian antara 50 - 900 kasus per bulan. Sementara pada bulan-bulan dengan libur panjang, jumlah kematian meningkat tajam mencapai 1.000 hingga 2.000 orang.

Karenanya Wiku meminta masyarakat bijak dalam menyikapi libur panjang Isra Miraj tahun ini, karena secara langsung mempengaruhi jumlah orang yang meninggal.

"Bayangkan dalam satu bulan, kita bisa kehilangan lebih dari seribu nyawa hanya karena memilih melakukan perjalanan dan berlibur," ucap Wiku.

"Untuk itu masyarakat dan pemerintah daerah diminta belajar lebih bijaksana lagi dalam mengambil keputusan. Dan jangan sampai keputusan yang diambil membahayakan nyawa diri sendiri dan orang lain," pungkasnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya